Maumere-SuaraSikka.com: Kanisius Johan alias Pewet berjuang melawan derasnya gelombang pantai selatan. Beberapa orang berupaya membantu selamatkan dia. Gelombang deras terus mendera dia, dan akhirnya kalimat terakhir dia utarakan, “Saya sudah tidak bisa lagi”.
Warga masyarakat bersama aparat kepolisian berupaya mencari pemuda berusia 34 tahun itu. Suasana yang mulai gelap, akhirnya pencarian dihentikan, sambil menunggu bantuan pertolongan dari Tim SAR Maumere. Hingga sekarang Pewet belum ditemukan.
Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa tersebut terjadi, Minggu (12/4), di Pantai Ruwolong Desa Lela Kecamatan Lela Kabupaten Sikka, sekitar pukul 16.00 Wita. Warga masyarakat sekitar yang mendengar peristiwa ini, langsung ramai mendatangi lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemuda yang berdomisili di Varanus Kelurahan Kabor Kecamatan Alok ini, awalnya bertujuan ke Kampung Sikka. Dia singgah di rumah Servasius Ignasius Sintu, karena banyak temannya yang ada di situ. Dia pun bergabung bersama, dan sempat meneguk segelas moke, minuman tradisional setempat.
Di dekat rumah ini, ada sekelomlok anak yang sedang bermain bola di tepi pantai. Pewet pun berjalan menuju pantai dan ingin bermain bola bersama anak-anak tersebut. Namun anak-anak tidak mau bermain bola bersama dia. Selanjutnya, dia masum ke laut, dan mandi.
Berselang beberapa menit kemudian, beberapa anak yang sedang bermain bola berteriak minta tolong, sambil menunjuk ke arah korban. Mendengar teriakan anak-anak, Servasius Ignasius Sintu bersama Yohanes Antonius Dominggo dan Edward, langsung bergegas lari menuju laut dan berenang untuk membantu korban.
Yohanes Antonius Dominggo sempat menggapai korban dan berusaha untuk membantu. Namun karena fisik korban yang lebih besar, sementara gelombang laut pun cukup besar, dia pun kewalahan mengevakuasi korban.
Servasius Ignasius Sintu sempat memberi bantuan dengan melemparkan jerigen ke arah Yohanes Antonius Dominggo dan korban. Ketika Yohanes Antonius Dominggo hendak mengambil jerigen, dia mendengar korban berujar sudah tidak sanggup lagi. Dan seketika muncul gelombang dan langsung menutup korban.
Servasius Ignasius Sintu kembali ke pantai dan meminta bantuan beberapa orang nelayan yang berada di sekitar rumahnya. Sebanyak 3 orang nelayan turun ke laut dengan sampan. Namun jejak korban belum di temukan.
Para nelayan ini hanya berhasil mengevakuasi Edward yang hampir tenggelam karena kecapaian. Edward langsung dibawa ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Lela untuk mendapatkan perawatan.
Para nelayan bersama anggota Polsek Lela kembali melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan sampan. Usaha ini mengalami kesulitan karena hari sudah gelap dan gelombang besar.*** (eny)















