Maumere-SuaraSikka.com: Dari 179 warga Kabupaten Sikka eks penumpang KM Lambelu, sudah 12 orang yang terindikasi terjangkit Covid 19. Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah-langkah antisipasi.
Sebanyak 12 orang diketahui terindikasi melalui hasil rapid test. Awalnya 3 orang diketahui saat rapid test pertama, Sabtu (11/4). Menyusul 9 orang yang diketahui dari hasil rapid test kedua.
Rapid test kedua dilaksanakan bertahap dua kali. Pada Sabtu (18/4) untuk 38 warga yang menjalani karantina di Rujab Bupati Sikka, dan Minggu (19/4) untuk 135 warga yang menjalani karantina di Gedung SCC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil rapid test kedua awalnya tidak disampaikan resmi, karena alasan instruksi Gubernur NTT. Namun akhirnya “dibocorkan” juga pada Kamis (23/4).
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan sendiri saat mengunjungi lokasi karantina yang baru di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dia mengatakan pemerintah akan memindahkan 9 orang yang terindikasi terjangkit Covid 19 ke lokasi yang baru.
Bupati Sikka menegaskan pemerintah akan mengambil langkah-langkah sesuai protokoler kesehatan. Langkah awal yang dilakukan yakni pemisahan terhadap seluruh warga karantina.
“Kita mulai memisahkan. Bagi yang betul-betul dinyatakan sehat, layak kembali, pasti kita kembalikan. Kalau ada yang perlu dirawat lebih lanjut, pasti kami rawat,” terang Bupati Sikka kepada wartawan.
Jika enam sampel swab diketahui ada yang positip, Bupati Sikka akan menempuh langkah memperpanjang masa karantina selama 14 hari.
“Kalau ada yang positip, sesuai protokoler kesehatan, kita ulang lagi dari nol. Semuanya tetap dikarantina, dirawat, kalau sakit diobati,” jelas Bupati Sikka.
Dia menegaskan jika kemudian ada yang positip, pemerintah akan lebih ketat lagi. Seluruh langkah yang dilakukan, katanya, bereferensi pada protokoler kesehatan.*** (eny)















