Hardiknas 2020 di Tengah Pandemi Covid

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2020 - 21:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 30 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X DPR RI

Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X DPR RI

Menjelang 75 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia, atau tepatnya di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020, bagaimana dengan pendidikan nasional kita?

Merujuk pada cita-cita dasar yang menjadi tujuan didirikannya NKRI, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh karena itu, sejak awal lahirnya bangsa Indonesia, founding fathers Republik ini sudah sadar betul bahwa pendidikan adalah kata kunci untuk mengisi tujuan hidup bangsa yang merdeka. Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan bangsa yang cerdas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga kalau tujuan bernegara adalah mencerdaskan bangsa, maka pendidikan adalah instrumen untuk melahirkan bangsa yang cerdas. Tidak ada bangsa yang cerdas, yang pendidikannya tidak maju. Suatu bangsa maju, kalau pendidikan dan SDM-nya terdidik.

Pendidikan pun merupakan instrumen utama untuk menciptakan keadilan sosial. Perubahan strata sosial individu, masyarakat bahkan bangsa hanya mungkin terjadi kalau memperoleh akses pendidikan yang sama dan merata.

Dan untuk melahirkan pendidikan yang mencerdaskan serta pendidikan yang melahirkan keadilan sosial, tentu harus didukung sistem pendidikan yang dibangun dari komponen-komponen utama, yaitu: pilihan metode pendidikan yang tepat, serta guru/pendidik dan sarana penunjang pendidikan.

Sejalan dengan prioritas pemerintahan Jokowi yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas, bangsa ini akan masuk ke dalam suatu era baru dalam sistem pendidikan nasional yang oleh Mendikbud Nadiem Makarim disebut Merdeka Belajar.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Inti dari merdeka belajar tentu pada ruang terbuka yang disiapkan untuk guru dan murid agar menguasai komptensi-kompetensi dasar keilmuan di bidangnya masing-masing.

Selanjutnya berinovasi, berkreasi dan berimprovasi dalam proses pendidikan untuk melahirkan talenta-talenta cerdas yang mampu menjawab persoalan dan tantangan kehidupan manusia.

Persoalannya, bisakah kita menerapkan konsep merdeka belajar ini untuk Indonesia setelah sekian lama anak bangsa ini dididik dengan sistem pendidikan indoktrinatif melalui beban kurikulum yang menumpuk yang ditentukan dari atas?

Jawabnya: harus bisa! Tentu dengan syarat.
Pertama, konsep merdeka belajar ini harus menjadi metode pendidikan yang dibakukan dalam sistem pendidikan nasional.

Kedua, guru harus dipersiapkan dan memahami konsep merdeka belajar ini, sehingga mampu menerapkan pada murid-muridnya.

Ketiga, sarana dan prasarana pendidikan yang memunjang konsep merdeka belajar. Dan keempat, karena kita bicara pendidikan untuk Indonesia sebagai instrumen mencerdaskan bangsa, sekaligus instrumen keadilan sosial, maka harus ada kesempatan dan akses yang sama bagi anak bangsa Indonesia untuk 3 poin sebelumnya.

Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Realita kita saat ini memang memprihatinkan. Ketika bangsa ini, baru memulai membenahi aspek pendidikan yang multikompleks, kita sudah dihadapi dengan masalah pandemi Covid19 yang imbasnya sangat terasa pada bidang pendidikan.

Baca Juga :  49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Semua stakeholder pendidikan saat ini, baik birokrasi pendidikan, guru maupun siswa dipaksa harus bermigrasi dari pola pendidikan reguler tatap muka menjadi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan IT.

Pada aspek migrasi terpaksa ini, terasa sekali ketimpangan, kesiapan dan ketidaksiapan, antara mereka yang punya dan mereka yg tidak punya, antara mereka yang terbiasa dg perangkat IT dan mereka yg belum terbiasa, antara mereka yg hidup di daerah merdeka signal dan mereka yg hidup di daerah sulit signal.

Dari peristiwa pandemi covid19 ini dan imbasnya pada bidang pendidikan, kalau mau jujur harus kita katakan bahwa kita tidak siap.

Tapi persoalannya bukan siap atau tidak siap, karena memang tidak ada pilihan lain. Sehingga siap tidak siap kita harus jalankan, dengan segala kekurangan, keterbatasan dan ketimpangan sosial, ekonomi, ge-teknologi maupun penguasaan IT.

Semoga peristiwa pandemi covid 19 menjadi “guru” bagi kita semua untuk lebih bertekad membenahi sistem pendidikan kita menuju alam “merdeka belajar yang hakiki, yang mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Selamat Hardiknas, 2 Mei 2020.

Penulis: Andreas Hugo Pareira, Komisi X DPR RI, Fraksi PDIP, Dapil NTT1.***

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere Bakal Seru, 43 SMP Siap Berkompetisi
SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru