Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka, Kamis (14/5) malam, mengevakuasi 8 warga Kabupaten Sikka eks penumpang KM Lambelu. Evakuasi dilakukan dalam 2 tahap.
Proses evakuasi dimulai pukul 20.40 Wita, molor 40 menit dari waktu yang ditentukan. Evakuasi dengan menggunakan Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid, dari lokasi karantina terpusat Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka ke ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere.
Untuk tahap pertama, terlebih dahulu dievakuasi 4 orang, terdiri dari 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat orang ini adalah 3 dari Desa Wailamung Kecamatan Talibura dan 1 dari Desa Hepang Kecamatan Lela.
Menyusul setelah itu, sekitar 15 menit kemudian, dilakukan evakuasi tahap kedua. Kali ini juga 2 laki-laki dan 2 perempuan.
Mereka ini adalah 2 orang dari Desa Nangahale Kecamatan Talibura, 1 orang dari Desa Wailamung Kecamatan Talibura, dan 1 orang dari Desa Hoder Kecamatan Waigete.
Secara keseluruhan 8 warga eks penumpang KM Lambelu yang dipastikan positip corona ini terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan.
Sebelumnya Jurubicara Satgas Covid Sikka Perrus Herlemus mrnyebutkan 5 laki-laki dan 3 perempuan. Namun akhirnya diralat.
Pantauan media ini, proses evakuasi dipimpin Sekretaris 1 Satgas Covid Sikka Mohamad Daeng Bakir, yang juga adalah Kepala BPBD Sikka.
Sebelum dilakukan evakuasi, Mohamad Daeng Bakir memberikan penjelasan dengan pengeras suara. Dia menyampaikan bahwa pemindahan 8 orang yang positip ke ruang isolasi untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Puluhan warga karantina ikut menyaksikan proses evakuasi. Ketika petugas kesehatan mengumumkan nama yang positip, warga karantina spontan berteriak memberikan semangat.
Sebagaimana diketahui, Satgas Covid NTT mengumumkan 8 warga Kabupaten Sikka eks penumpang Lambelu dinyatakan positip corona.
Kabupaten Sikka mengirimkan 71 sampel swab ke Laboratorium Kupang. Yang sudah diperiksa sebanyak 20 sampel swab. Masih ada 51 sampel swab yang belum diperiksa.*** (eny)















