Maumere-SuaraSikka.com: Desa Wailamung Kecamatan Talibura di Kabupaten Sikka sementara ini mungkin paling “sial” dalam urusan virus corona. Bayangkan, dari 5 sampel swab yang dikirim, 4 dinyatakan positip.
Sebanyak 5 sampel swab tersebut milik AT 38 tahun, HJ 23 tahun, KEL 22 tahun, WW 19 tahun, dan YBKL 18 tahun. Kecuali HJ, 4 lainnya dipastikan terpapar virus corona.
Belum diketahui pasti berapa banyak warga Wailamung yang kembali ke kampung halamannya dengan menumpang KM Lambelu yang bersandar 7 April 2020 di Pelabuhan Laurens Say Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun dari perkembangan, diketahui bahwa Tim Satgas Covid Sikka kembali melakukan rapid test ketiga terhadap 8 orang warga Wailamung eks Lambelu pada Jumat (1/5) lalu. Saat itu juga dilakukan rapid test terhadap 2 pekerja migran yang datang dari Kupang.
Sebelumnya pada rapid test pertama dan kedua di lokasi karantina terpusat, 8 eks Lambelu dinyatakan nonreaktif. Dari rapid test ketiga, barulah diketahui 5 orang tersebut reaktif.
Lima orang ini kemudian dijemput Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid pada Minggu (3/5). Mereka tiba di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka pada pukul 20.15 Wita.
KEL, salah satu yang divonis positip corona, menuturkan sejak kembali ke kampung halamannya pada Jumat (24/4), mereka melaksanakan karantina mandiri pada rumah karantina yang disiapkan pemerintahan desa setempat.
“Kami karantina mandiri, (pemerintah) desa yang siapkan lokasinya,” ujar KEL kepada media ini, Kamis (14/5) malam, sebelum dievakuasi ke ruang isolasi.
Sejauh ini belum ada informasi bagaimana aktifitas 4 warga Wailamung ini saat karantina mandiri. Satgas Covid Sikka akan menurunkan tim gabungan untuk menelusuri rekam jejak 8 positip corona, termasuk 4 orang dari Wailamung.*** (eny)















