Maumere-SuaraSikka.com: Gatarida Michaela Rei, seorang pensiunan pegawai negeri sipil di Kabupaten Sikka mempercayai kebutuhan kesehatan di hari tuanya melalui
Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Program ini memang tidak asing buat Michaela, demikian panggilan perempuan ini. JKN-KIS cukup populer sejak dia masih aktif sebagai PNS.
Dari pengalaman-pengalaman yang pernah dia alami, makanya tidak heran Michaela sangat percaya sekali dengan program yang bermanfaat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai seorang pensiunan, saya juga membutuhkan jaminan di hari tua. Dan JKN-KIS sangat tepat sebagai bekal hidup untuk menjamin kesehatan saya di hari tua,” ujarnya bersemangat saat ditemui belum lama ini.
Modal utama Michaela adalah memiliki KIS. Sebagai peserta JKN-KIS dia memastikan membayar iuran secara tertib dan teratur sehingga kartunya tetap aktif.
Michaela mengaku sudah pernah merasakan langsung manfaat program JKN-KIS. Hal itu dirasakan ketika berobat pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun pada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
“Pelayanan yang saya dapat sangat baik, cepat, tepat waktu hingga obat pun tanpa biaya. Biasanya petugas kesehatan menyertakan dengan penjelasan yang sangat bagus dan dapat diterima dengan baik,” kesan dia.
Dia menangkap kesan kehadiran program ini membuktikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Ketika masyarakat tengah menghadapi kesulitan biaya pengobatan, negara hadir melalui JKN-KIS.
Bagi Michaela, program JKN-KIS menjadikan dia merasa tenang dan terjamin walaupun sudah memasuki masa pensiun. Hal ini dikarenakan jaminan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun termasuk dirinya.
“Kita tidak pernah tahu kapan menderita sakit. Apalagi biaya sakit pun sekarang ini tergolong tinggi. Di saat itu, JKN-KIS hadir,” ungkap dia.
Michaela berpendapat program JKN-KIS sangat mulia, dengan pola dan sistem gotong-royong, sebagaimana karakter masyarakat bangsa ini.
“Kita bayar iuran rutin setiap bulan, dapat membantu peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan. Demikian pun sebaliknya saat kita sakit, banyak orang lain yang membantu,” ujar dia.
Perempuan ini berharap pemerintah melanjutkan program ini secara berkesinambungan. Dan kepada BPJS Kesehatan selaku lembaga penyelenggara jaminan sosial kesehatan dia berharap agar terus meningkatkan layanan kepada masyarakat.*** (eny)















