KPK Beberkan Potensi Kecurangan dan Modus Korupsi Sektor Kesehatan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2020 - 22:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 53 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu poin materi Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Kunto Ariawan pada Media Workshop, Kamis (22/10)

Salah satu poin materi Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Kunto Ariawan pada Media Workshop, Kamis (22/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan potensi kecurangan dan modus korupsi pada sektor kesehatan.

Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Kunto Ariawan mengungkapkan ini ketika membawakan materi Peran KPK pada Program JKN dalam rangka Membangun Kepedulian Bersama Pengendalian Kecurangan JKN, Kamis (22/10).

Materi tersebut disampaikan secara virtual pada Workshop Media yang digelar BPJS Kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, potensi kecurangan bisa terjadi akibat dari sifat sektor kesehatan itu sendiri, seperti sifat yang penuh dengan ketidakpastian atau uncertainty, khususnya dalam hal penanganan.

“Kita tidak bisa menebak kapan kita sakit, apakah kita cocok dengan obat A, ketika kita diberikan obat A apakah masih ada yang sakit atau sembuh. Kesehatan memang penuh dengan ketidakpastian terkait dengan penanganan,” ujar dia.

Sifat lain, kata dia yakni externality di mana dampak dari sektor kesehatan itu sangat luas. Lalu asymmetry information atau informasi yang tidak seimbang antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Dari kondisi ini, kata dia, terjadi potensi korupsi seperti phantom patients atau pasien fiktif, absenteeism atau ketidakhadiran petugas kesehatan, overbilling atau tagihan yang berlebihan, overprovision atau tagihan yang lebih diberikan kepada pasien, hingga potensi konspirasi.

Kunto Ariawan juga menyebut kerugian di sektor kesehatan tidak saja disebabkan oleh kecurangan semata. Faktkor lai, kata dia, akibat error, fraud, dan korupsi.

Lebih lanjut, Kunto Ariawan membeberkan modus korupsi di Indonesia berdasarkan data yang dimiliki. Sebelum tahun 2013 atau sebelum adanya E-Catalogue, kasus korupsi yang ditemukan di sektor kesehatan masih terkait pengadaan alat kesehatan maupun sarana dan prasarana.

“Jadi sebenarnya di Indonesia belum ada kasus-kasus korupsi yang diakibatkan terkait program JKN itu sendiri, misalnya karena ada unnecessary treatment yang menyebabkan overbilling dan pemecahan pemberian jaminan kesehatan yang menyebabkan biayanya meningkat, itu belum pernah ditangani KPK,” jelas dia.

Dalam paparannya, Kunto Ariawan mengatakan KPK telah menemukan beberapa kasus sebelum terbitnya E-Catalogue, dan sesudah terbitnya E-Catalogue pada tahun 2013.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Sebelum E-Catalogue, ada temuan kickback kasus Banten 2012 dan kasus Depkes 2003 dan 2008. Juga masalah HPS pada kasus Universitas Udayana 2009 dan kasus Depkes 2008.

Selain itu penunjukan langsung pada kasus Depkes 2003 dan 2008. Lalu mark-up pada kasus Banten 2012 serta kasus Depkes 2008 dan 2010. Termasuk juga modus persekongkolan pada kasus Banten 2012 dan kasus Depkes 2008.

Setelah terbitnya E-Catalogue, dalam rentang waktu 2014 hingga 2019, KPK mengendus sejumlah modus korupsi seperti pengadaan fiktif, mark-up, persekongkolan, kickback, pemerasan, dan penyelewengan dana kapitasi.

Kunto Ariawan berharap kasus-kasus tindak pidana korupsi tidak terjadi lagi. Dia beralasan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pencegahan.

Workshop Media ini dilaksakan secara virtual, melibatkan 700 wartawan di seluruh Indinesia, termasuk 5 wartawan dari Kabupaten Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru