Sikka Lagi Trend Jembatan Putus, Kali Ini Terjadi di Wailamung

0
169
Sikka Lagi Trend Jembatan Putus, Kali Ini Terjadi di Wailamung
Ini kondisi jembatan yang putus di Desa Wailamung Kecamatan Talibura
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus jembatan putus di Kabupaten Sikka Propinsi NTT, sepertinya sedang trend. Jembatan Dagemage di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda putus berulang-ulang kali. Lalu menyusul Jembatan Magerepu di desa itu. Kali ini sebuah jembatan di Desa Wailamung Kecamatan Talibura, dikabarkan putus pada Rabu (13/2) sekitar pukul 18.00 Wita.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Mohamad Daeng Bakir yang dihubungi memastikan jembatan tersebut putus akibat curah hujan yang tinggi disertai banjir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dia sudah memerintahkan staf BPBD Sikka untuk langsung turun ke lokasi kejadian.
Informasi yang sama diterima media ini melalu anggota DPRD Sikka Fransiskus Siku Pareira. Dia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah segara untuk menormalkan transportasi di jalur itu. Menurut dia, putusnya jembatan tersebut selain melumpuhkan transportasi antar desa, juga bisa menghambat lajunya perekonomian masyarakat.
Kepala Desa Wailamung Markus Muksin mengatakan jembatan tersebut terletak di wilayah pantai utara Napungmali-Mudejebak, tepatnya di KM 9. Dia sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak termasuk dinas/onstansi terkait untuk dilakukan penanganan segera. Putusnya jembatan ini melumpuhkan transportasi antara Desa Wailamung dan Desa Lewomada.
Akibat putusnya jembatan ini, kendaraan roda dua terpaksa digotong untuk bisa menyeberang ke jalur sebelah. Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya pungutan liar sebagaimana terjadi di lokasi putusnya Jembatan dagemagae dan Jembatan Magerepu.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang menurunkan sejumlah personil aparat keamanan ke lokasi kejadian untuk mengantisipasi tindakan oknum masyarakat yang memperoleh keuntungan dari kejadian jembatan putus tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Camat Talibura untuk penanganan masalah ini.
Sampai dengan Jumat (15/2), belum ada tindakan serius dari pemerintah daerah untuk melakukan penanganan darurat. Fransiskus Siku Pareira yang sedang berada di lokasi jembatan putus meminta agar dinas/instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk bertindak segera.
“Belum ada upaya penanganan darurat. Saya sementara ini mau berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR agar segera turunkan alat berat. Kasihan masyarakat di sini tidak bisa akses,” ujarnya menghubungi SuaraSikka.com melalui telepon selular.
Jembatan yang putus ini berada pada jalur yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Karena itu sudah semestinya pemerintah daerah harus menanggapi segera dan serius untuk mencarikan solusi yang tepat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini