Penghuni Johar “Mengamuk”, 14 Pelajar Kerasukan Massal 

0
272
Penghuni Johar “Mengamuk”, 14 Pelajar Kerasukan Massal
Para pelajar SMPK Supra Talibura di Kabupaten Sikka, Rabu (27/2), mengalami kerasukan massal
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 14 pelajar SMPK Supra Talibura di Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Rabu (27/2), mengalami kerasukan massal. Peristiwa ini diduga berlatarbelakang mistis. Entah percaya atau tidak, disebut-sebut makhluk halus penghuni pohon johar sedang “mengamuk”.
Penghuni pohon johar itu pantas “mengamuk” karena pohon johar yang ada di dalam wilayah sekolah ditebang oleh pihak sekolah. Di tempat itu kemudian dibangun ruangan laboratorium sekolah. Sejak pohon johar ditebang, peristiwa kerasukan pun mulai beruntun terjadi.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang kepada media ini menjelaskan kejadian kerasukan sudah berlangsung selama satu minggu. Setiap hari ada saja seorang pelajar di sekolah itu yang mengalami kerasukan. Dan pada Rabu (27/2) sekitar pukul 07.30 Witam sebanyak 14 pelajar mengalami kerasukan massal.
Mengutip keterangan dari pihak sekolah, Rickson Situmorang mengatakan kerasukan massal itu terjadi akibat adanya pembangunan ruangan laboratorium sekolah. Hal ini diketahui karena para pelajar yang mengalami kerasukan selalu menyebut-nyebut “rumah” yang sudah dibongkar.
Salah seorang pelajar SMPK Supra Talibura yangkerasukan sedang dibantu teman-temannya
“Setiap siswa yang mengalami kerasukan selalu mengatakan rumah mereka sudah dibongkar dan dirusaki,” jelas Rickson Situmorang.
Terhadap peristiwa ini, pihak sekolah lalu mengundang pemangku adat setempat untuk melakukan upacara adat. Upacara adat dilaksanakan di belakang ruangan laboratorium yang sementara dibangun. Upacara adat ini bertujuan untuk memindahkan secara baik-baik makhluk halus penghuni pohon johar ke tempat yang lebih nyaman. Diharapkan dengan upacara adat ini, tidak ada lagi peristiwa kerasukan.
Data yang dihimpun media ini, yang mengalami kerasukan terdiri dari 1 pelajar Kelas 7A, 1 pelajar Kelas 7B, 1 pelajar Kelas 8B, 2 pelajar Kelas 8D, 1 pelajar Kelas 9A, 5 pelajar Kelas 9B, 2 pelajar Kelas 9C, dan 1 pelajar Kelas 9D. Kondisi para pelajar sudah membaik dan kembali nornal.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini