Sikka Butuh Kapal Roro Operasi Kembali

0
396
Sikka Butuh Kapal Roro Operasi Kembali
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bertemu Manager Operasi dan Umum PT Windu Karsa Jakarta Togar Napitupulu, Rabu (27/2)
Maumere-SuaraSikka.com: Sekian tahun sudah kapal roro tidak bersandar di dermaga Pelabuhan Laurensius Say Maumere. Warga masyarakat setempat merindukan kapal jenis ini beroperasi kembali di Maumere. Pemerintah daerah setempat diminta untuk berupaya agar kapal roro bisa hadir di Maumere seperti waktu dulu.
Pemerintah Kabupaten Sikka telah melakukan berbagai upaya untuk menghadirkan kembali kapal roro. Beberapa waktu lalu Penjabat Bupati Sikka Florianus Mekeng pernah melakukan koordinasi dengan PT Dharma Lautan Utama guna menghadirkan 1 unit kapal roro untuk melayani rute Surabaya-Maumere-Suarabaya.
Tidak cukup dengan itu, Florianus Mekeng juga telah menyurati Menteri Perhubungan RI di Jakarta melalui Dirjen Perhubungan Laut. Surat Flori Mekeng tertanggal 30 Agustus 2018 dengan Nomor Dishub.551.1.4//VIII/2018, dengan perihal permohonan pelayaran kapal roro.
Florianus Mekeng menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini pelayanan kapal roro terhenti. Kondisi ini mengakibatkan arus penumpang dan perdagangan masyarakat tidak lancar, bahkan mengalami kemacetan.
“Sehubungan dengan itu Pemerintah Kabupaten Sikka meminta kepada Bapak Menteri Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Laut agar pelayanan kapal roro untuk rute Surabaya-Maumere PP dapat beroperasi kembali, mengingat permintaan pelayanan yang cepat, tepat dan nyaman sangat tinggi dari masyarakat,” demikian tulis Flori Mekeng.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong juga tidak tinggal diam. Dua hari lalu, Selasa (26/2), dia berkesempatan bertemu dengan Manager Operasi dan Umum PT Windu Karsa Jakarta Togar Napitupulu. Perusahaan ini bergerak pada bisnis transportasi laut. Pertemuan di Aula Hotel Wailiti itu antara lain membicarakan kehadiran kapal roro di Maumere.
Pada pertemuan penting hadir juga Asisten Manager Teknik PT Windu Karsa Amin Maskundan, staf Manajemen PT Windu Karsa Wasinto, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Wilhelmus Sirilus bersama staf, dan Kepala Bagian Umum Setda Sikka Hery Sales. Pertemuan pun dilanjutkan keesokan harinya di ruang kerja Bupati Sikka.
“Jika kapal roro hadir kembali di sini, tentu akan memberikan harapan bagi semua pelaku bisnis dan para petani. Petani bisa memasarkan hasil perkebunan dan pertanian seperti pisang, kelapa, dan lain-lain dalam jumlah yang besar untuk dijual ke Pulau Jawa,” ungkap Robby Idong.
Robby Idong mengatakan posisi Kabupaten Sikka sangat sentral di Pulau Flores, sehingga sering menjadi pintu masuk keluar. Potensi hasil perdagangan di daerah ini sangat besar dan menjanjikan. Dia menguraikan terdapat kurang lebih 67.000 hektare kawasan yang cocok untuk tanaman pangan, pertanidan dan perkebunan seperti kelapa, mente, kakao, cengkeh, dan lain-lain.
Kondisi ini makin diperkuat dengan strategi pemerintahan sekarang yang memiliki visi besar menjadikan Kabupaten Sikka sebagai pusat perdagangan jasa, pariwisata dan industri kawasan Flores pada tahun 2025.
Dengan demikikan, lanjutnya, transportasi laut menjadi salah satu media andalan bagi warga masyarakat dalam memasarkan potensi komoditi hasil pertanian dan perkebunan. Dan sarana yang sangat menunjang untuk pemasaran adalah kapal roro.
Dia menambahkan pemerintah daerah serius melakukan kerja sama guna menghadirkan kembali kapal roro di Maumere. Pemerintah daerah, katanya, siap memperbaiki sistem demi sebuah kerja sama yang berkelanjutan demi kepentingan masyarakat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini