Darurat Surat Suara, Pemilu di Sikka Terancam Gagal

0
109
Darurat Surat Suara, Pemilu di Sikka Terancam Gagal
Darurat Surat Suara, Pemilu di Sikka Terancam Gagal
Maumere-SuaraSikka.com: Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Sikka sepertinya terancam gagal. Pasalnya banyak sekali surat suara yang rusak. Sikka benar-benar darurat, setidaknya untuk kondisi sampai dengan hari ini, Kamis (21/3), minus 27 hari menjelang pemungutan suara 17 April 2019 mendatang.
KPU Sikka telah merilis jumlah surat suara yang rusak selama 5 hari sortir sejak Sabtu (16/3). Surat suara Pemilu DPR RI Dapil NTT 1 diketahui rusak sebanyak 10.613 lembar. Lalu surat suara Pemilu DPRD Provinsi Dapil NTT 5 rusak sebanyak 7.120 lembar. Sementara surat suara DPR RI yang baik berjumlah 191.835 lembar dan surat suara DPRD Provinsi yang baik berjumlah 195.856 lembar.
Fakta ini sangat memprihatinkan jika dipertentangkan dengan jumlah pemilih di Kabupaten Sikka. Data menunjukkan jumlah pemilih di Kabupaten Sikka per Minggu (17/2) adalah sebesar 197.957. Jumlah ini merupakan pemilih DPTHP2 sebesar 197.823 ditambah DPTb sebesar 134. Jumlah pemilih masih bisa berubah karena menunggu hasil rekapitulasi perubahan pemilih tambahan.
Dari fakta ini, itu artinya, jumlah surat suara untuk Pemilu DPR RI dan DPRD Provinsi masih kurang sekitar 8.000 lembar. Ini baru untuk dua jenis surat suara dari delapan jenis surat suara. Diperkirakan enam jenis surat suara yang lain juga bakal mengalami kekurangan.
Persoalan yang paling krusial sehingga surat suara rusak, yakni kesalahan teknis pada percetakan. Sebagian besar surat suara yang rusak diakibatkan oleh rembesan tinta cetak. Komisioner kuatir jika surat suara dengan rembesan tinta cetak tersebut difungsikan pada pemungutan suara, justeru  bisa menjadi persoalan.
Sementara ini relawan tengah melakukan sortir untuk surat suara Pemilu DPD RI. Setelah selesai dilanjutkan dengan surat suara Pilpres dan surat suara DPRD Kabupaten. Melihat kondisi kesalahan teknis percetakan pada dua jenis surat suara terlebih dahulu, ada dugaan enam jenis suara yang sedang dan belum disortir, kemungkinan juga banyak yang rusak.
KPU Sikka tentu saja tidak berdiam diri begitu saja. Feri Soge dan kawan-kawan akan segera berkoordinasi dengan KPU RI guna mencarikan jalan keluar. Demikian pun KPU RI pasti memiliki cara ampuh untuk menangani kondisi darurat ini.
Namun masalahnya tidak sesederhana itu. Percetakan yang mencetak surat suara untuk kebutuhan KPU Sikka disinyalir mencetak juga surat suara untuk beberapa kabupaten di NTT. Apalagi ada informasi yang menyebutkan, di beberapa kabupaten di NTT juga mengalami masalah yang sama yakni banyaknya surat suara yang rusak dari percetakan yang sama.
Waku juga menjadi masalah tersendiri. Waktu pengiriman dari percetakan, waktu sortir, waktu pengepakan, dan waktu distribusi, harus diperhitungkan secara baik. Jika meleset saja, bisa berdampak pada masalah yang serius.
Ketua KPU Sikka Feri Soge memastikan pihaknya bekerja secara profesional demi sebuah penyelenggaraan yang bermartabat. KPU Sikka bertekad tidak mau terperosok ke lubang yang sama seperti penyelenggaraan lima tahun lalu, di mana terdapat sejumlah tempat pemungutan suara yang terpaksa melakukan pemilihan susulan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini