Petahana-Petahana Sikka yang “Buang Handuk”

0
300
Petahana-Petahana Sikka yang “Buang Handuk”
Para pemilih di Kabupaten Sikka sedang memelakukan pemungutan suara pada Pemilu 2019 beberapa waktu lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Sikka mencacat 18 petahana yang kembali duduk di Gedung DPRD Sikka. Sementara itu terdapat 17 petahana yang “buang handuk” karena berbagai faktor.
Media ini mencatat beberapa faktor yang mengakibatkan 17 petahana terlempar dari DPRD Sikka. Pertama, terdapat 2 orang yang tidak ikut bertarung pada Pemilu 2019. Marsel Sawa dari Partai Hanura yang tidak mencalonkan diri, serta Florentius Silfanus Angi dari Partai Nasdem yang kali ini melirik kursi DPRD Propinsi.
Kedua, terdapat 9 petahana yang kandas secara internal partai. Ada 4 petahana yang kalah bersaing dari sesama petahana yakni Syarifudin dari PKB, Beatus Wilfridus Djogo dari Partai Gerindra, Ferdinandus Yan dari Partai Golkar, dan Oktovianus Oedipus dari Partai Demokrat.
Lalu 5 petahana lain yakni Herman Yoseph dari Partai Gerindra, Yohanes A.J. Lioduden dari Partai Nasdem, Paskalia Laban dan Sunardin dari Partai Hanura, dan Pangkrasius Nong Tonce dari Partai Demokrat, kalah dari pendatang baru dan mantan anggota DPRD Sikka.
Ketiga, tercatat 6 petahana yang gagal karena partai politiknya tidak memenuhi akumulasi suara untuk mendapatkan kursi. Mereka itu adalah Adelberus Kasar dari Partai Gerindra, Aludin dari PPP, Markus Melo dari PAN, Agustinus Romualdus Heni dari Partai Demokrat, serta Meak Laurentius dan Faustinus Vasko dari PKPI.
Syarifudin yang mendulang 1.347 suara kalah bersaing dari Ketua DPC PKB Sikka Yoseph Karmianto Eri yang memperoleh 1.747 suara. Lalu Beatus Wilfridus Djogo yang memperoleh 1.257 suara kalah dari Wakil Ketua DPRD Sikka Sufriyance Merison Botu yang mendulang 1.866 suara.
Berikutnya Ferdinandus Yan yang meraih 450 suara kalah banyak dari Fransiskus Siku Parera yang mendapatkan 1.733 suara. Dan terakhir Oktovianus Oedipus yang mendulang 716 suara kalau dari Ferdiandus Mboy yang mengumpulkan 811 suara.
Sementara itu Herman Yoseph dengan 934 suara harus tunduk kepada mantan Wakil Ketua DPRD Sikka Fransiskus Stephanus Say yang mendapatkan 1.127 suara. Lalu Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Yohanes A.J. Lioduden bertekuk kepada Petrus da Silva, pensiunan pegawai negeri yang mendapuk 996 suara.
Paskalia Laban dengan torehan 628 suara harus mengakui Vinsensius Langga yang mematok 1.018 suara. Lalu Sunardin dengan perolehan 645 suara, terlempar di posisi ketiga, kalah dari Wnseslaus Wege yang menoreh 1.038 suara dan Yohanis Yos de Peskim yang meraih 799 suara. Dan Pangkrasius Nong Tonce yang mengumpulkan 1.128 suara harus mengakui keunggulan Maria Christine Amalia Lomi, popular dengan nama Putri Waiblama, yang merengkuh 1.264 suara.
Aludin dari PPP berhasil meraih 769 suara, tertinggi dari calon lain di partai itu. Namun PPP gagal menembus DPRD Sikka karena berada di posisi kesebelas dari alokasi 10 kursi di Dapil Sikka 1. PPP hanya mendulang 2.361 suara, kalah 45 suara dari PKPI yang tembus dengan 2.406 suara.
Di Dapil Sikka 2, ada empat petahana yang kandas akibat partai politik tidak tembus alokasi 7 kursi. Partai Demokrat hanya nongkrong di posisi kedelapan, sehingga Ketua Fraksi Partai Demokrat Agustinus Romualdus Heni yang menoreh 853 suara pun terlempar. Kalau pun Partai Demokrat lolos, mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu harus tunduk kepada Ketua DPC Partai Demokrat Yunus Noce Fernandez yang mendulang 869 suara.
Partai Gerindra berada satu tingkat di bawah Partai Demokrat. Dan Adelbertus Kasar dengan perolehan 406 suara pun redup. Malah perilehan suaranya masih tertinggal jauh dari mantan anggota DPRD Sikka Agustinus Pora yang meraih 712 dan Nikolaus Nong Kesar yang mendapuk 558 suara.
Masih dari Dapil Sikka 2, Faustinus Vasko dari PKPI pun terhempas. PKPI hanya mampu berada di posisi kesepuluh. Meski mendulang suara tinggi sejumlah 937 suara, mantan Kepala Desa Habi dua periode itu harus minggir dari legislatif.
PKPI Sikka nyaris mendapatkan 1 kursi di Dapil Sikka 4. Namun partai politik ini hanya berada di peringkat kedelapan, gagal tembus karena PDIP berhasil meraih 2 dari alokasi 8 kursi. Kondisi ini mengakibatkan petahana Meak Laurentius yang mendapatkan 870 suara pun terdepak. Kalau pun PKPI lolos, kursi terakhir di dapil ini jatuh ke Yoseph After Oka yang mendulang 891 suara.
Satu petahana lagi dari Dapil 4 Sikka yakni Markus Melo dari PAN ikut tersingkir. Dia berhasil menembus 935 suara, tertinggi di internal partai. Namun PAN dengan perolehan suara 1.857 terkunci di posisi kesembilan, di bawah PKPI.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini