AHP Semat Marcel Petu sebagai Bupati Pancasila

0
129
AHP Semat Marcel Petu sebagai Bupati Pancasila
Andreas Hugo Pareira dalam sebuah kesempatan bersama Bupati Ende Marcel Petu
Jakarta-SuaraSikka.com: Banyak gelar yang dialamatkan kepada Marcel Petu, Bupati Ende dua periode yang meninggal Minggu (26/5) akibat serangan jantung. Salah satunya adalah Bupati Pancasila sebagaimana disemat Andreas Hugo Pareira (AHP), Ketua DPP PDIP yang juga adalah anggota Komisi I DPR RI.
AHP mengisahkan pertemuan berkesan dengan Marcel Petu pada pertengahan Pebruari 2018, di ruangan kerjanya di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro 58. Pertemuan itu berawal dari kontak via telepon Marcel Petu kepadanya.
“Beliau menyampaikan akan ke Jakarta dan ingin bertemu untuk mengobrol beberapa hal. Saya jawab silakan Ka’e, kalau tiba Jakarta, kontak saya, kita bertemu,” kenang AHP melalui keterangan pers kepada media ini, Minggu (26/5).
Dua tokoh ini akhirnya bertemu. Marsel Petu menyampaikan obsesinya untuk menjadikan Ende sebagai salah satu national heritage dan destinasi wisata ideologi Pancasila. Obsesi ini sangat mendasar, mengingat Bung Karno pernah dibuang ke Ende oleh pemerintah kolonial Belanda. Di tempat pembuangan itu, Bung Karno bertemu, bergaul, berdialog dengan masyarakat, berdiskusi dan berolah pikir dengan para misionaris Katolik yang bekerja di Ende.
“Itu pikiran besarnya. Ende merupakan salah satu “stepping stone” lahirnya Pancasila. Di Ende, Bung Karno mulai menggali dan menemukan ide kebhinekaan untuk filosofii hidup berbangsa dan bernegara, sebagai cikal bakal lahirnya Pancasila,” tutur AHP.
Dia mengingat bagaimana Marcel Petu menjelaskan banyak hal menyangkut paket rencana untuk menjadikan Ende sebagai Kota Pancasila. Termasuk rencana almarhum membangun patung lambang negara Burung Garuda di atas puncak Gunung Meja. Selain itu Marsel Petu bertekad melakukan upacara dan parade Pancasila secara besar-besaran pada setiap tanggal 1 Juni, dan menjadikan itu sebagai agenda nasional yang dilaksanakan di Ende,” tambah dia.
AHP mengaku menyimak pembicaraan Bupati Ende dengan kagum. Bagi dia, obsesi Marcel Petu itu menggambarkan pengetahuan dan pemahaman serta upaya pengamalan terhadap Pancasila, yang mungkin saat ini tidak lagi dimiliki banyak orang termasuk pemimpin maupun pejabat-pejabat lainnya.

Berita Terkait:


“Saya terkagum-kagum dengan obsesi yang mulia itu. Dia benar-benar Bupati Pancasila. Dan di akhir diskusi, sambil tersenyum dia sampaikan, Pak Andre, baju saya memang kuning, tapi darah saya merah,” kenang AHP.
Dalam pertemuan tersebut, Marcel Petu juga menyinggung keinginannya mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Ende. Dan secara terbuka dia meminta dukungan PDIP.
“Waktu itu saya tanpa ragu menjawab kita akan maju bersama. Partai Golkar dan PDIP akan menjadi pilar utama pendukung Marsel-Djafar,” cerita AHP.
PDIP akhirnya mengusung pasangan Marsel Petu dan Achmad Djafar. Pasangan ini kemudian unggul dengan kemenangan yang telak. AHP menyebut kemenangan tersebut membuktikan betapa rakyat mencintai Marcel Petu sebagai seorang bupati pekerja keras dan penuh dengan ide-ide progresif.
Politisi asal Kabupaten Sikka ini mengatakan Kabupaten Ende di bawah kepemimpinan Marsel-Djafar telah menorehkan banyak prestasi riil, sebagai kabupaten dengan perencanaan pembangunan terbaik tingkat propinsi dan salah satu yg terbaik tingkat nasional.
Ende pun telah membuka diri dalam hal jalur transportasi niaga laut maupun udara, sehingga menjadi salah satu pintu gerbang utama transportasi manusia dan barang dari dan ke Flores. Sehingga Kota Ende dalam beberapa tahun terakhir menjadi lebih sibuk baik siang maupun malam. Ende telah menjadi kota kecil yang hidup 24 jam.
Sebagai wakil rakyat, AHP sering kali melakukan kunjungan kemasyarakatan di wilayah Kabupaten Ende. Dalam momen itu, beberapa kali dia didampingi Marcel Petu, sang Bupati Pancasila. Di depan masyarakat, Marcel Petu selalu berpidato dengan narasi kerakyatan, ungkapan bahasa kultural dengan  retorika-retorika yang menyentuh dan memotivasi rakyat untuk kerja dan menjadi lebih maju.
“Rakyat mencintai Bupati Pancasila yang merakyat ini. Di masa kepemimpinan beliau yang meskipun singkat, dia telah meletakan dasar-dasar pembangunan menuju Kabupaten Ende yang Sare Pawe. Selamat Jalan Bupati Pancasila, Bupati Rakyat Ende,” ujar dia.
Marcel Petu meninggal dunia di RS Siloam Kupang pada Minggu (26/5). Kini jenazahnya dibaringkan di Rumah Jabatan Bupati Ende di Jalan Eltari. Menurut informasi upacara pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu (29/5) di Tempat Pemakaman Onekore Jalan Wirajaya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini