Nele Barat Krisis Air Bersih, Bak Penampung Penuh Lumut

0
178
Nele Barat Krisis Air Bersih, Bak Penampung Penuh Lumut
Kepala Desa Nele Barat Paulus Alus sedang menunjuk salah satu bak penampung air yang sudah penuh dengan lumut, Senin (29/7)
Maumere-SuaraSikkka.com: Warga Desa Nele Barat di Kecamatan Nele Kabupaten Sikka Propinsi NTT menjerit krisis air bersih. Kondisi ini sudah berlangsung tiga bulan terakhir. Akibatnya bak-bak penampung air milik warga sekarang ini sudah penuh dengan lumut.
Kepala Desa Nele Barat Paulus Alus yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/7), menjelaskan warga di desa itu selama ini hidup dari air tadah hujan. Untuk menampung air hujan, warga secara mandiri membangun bak penampung air. Tidak heran jika pada hampir rumah-rumah warga terdapat bak penampung air.
“Sudah bertahun-tahun kami di sini krisis air bersih. Masyarakat hidup dari air tadah hujan. Kalau musim kemarau, yah terpaksa pakai beli saja. Ada jaringan pipa dari pemerintah, tapi tidak usah omong lagi,” ujar Paulus Alus.
Sebenarnya ada jaringan perpipaan milik PDAM Sikka yang tersambung dari rumah ke rumah. Namun distribusi air melalui perusahaan daerah itu tersendat-sendat. Air bersih masuk ke desa itu satu kali dalam seminggu. Itu pun hanya 1-2 jam saja. Kondisi itu tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih selama satu minggu.
Nele Barat Krisis Air Bersih, Bak Penampung Penuh Lumut
Kepala Desa Nele Barat didampingi Kanit Intel Polsek Nele memantai krisis air bersih di desa itu, Senin (29/7)
Belakangan ini, ketika memasuki musim kemarau, persediaan air bersih di bak-bak penampung mulai berkurang. Bahkan cukup banyak bak penampung yang sama sekali tidak ada air. Beberapa bak penampung sudah mulai berubah warna menjadi, akibat penuhnya lumut.
Paulus Alu sempat menunjuk beberapa bak penampung yang sudah mulai melumut di Dusun Halat. Bagian dasar bak penampung penuh dengan kotoran, dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Masih ada sedikit air pada bak penampung dengan kapasitas 5.000 liter air. Namun warga tidak lagi mengambil air dari bak penampung tersebut, karena diyakini air sudah tercemar.
Nele Barat Krisis Air Bersih, Bak Penampung Penuh Lumut
Dua wartawan televisi meliput krisis air bersih di Nele Barat, Senin (29/7)
Didampingi Kanit Intel Polsek Nele Andreas Laak dan Babinkamtibmas setempat Istanto Luther, Kepala Desa Nele Barat memantau kondisi warga di tiga dusun, yaitu Halat, Natarlorong, dan Kloangbleit. Mereka hendak memastikan kondisi di desa itu menyusul krisis air bersih yang mendera 199 kepala keluarga.
Yohanes Kristotomus, warga RT/RW 012/006 Dusun Natarlorong yang ditemui di kediamannya mengaku selama musim kemarau ini dia memenuhi air bersih dengan cara membeli dari perusahaan air bersih di Kota Maumere. Kalau tidak memiliki uang, atau uang yang ada digunakan untuk belanja kebutuhan yang lebih bermanfaat, dia mengaku terpaksa meminta air bersih dari tetangga.
Beberapa warga di Nele Barat mengaku pasarah dengan kondisi yang mereka alami. Mereka berharap pemerintah setempat memberikan perhatian serius akan hak-hak dasar masyarakat. Krisis air bersih di Nele Barat yang sudah bertahun-tahun lamanya, menurut mereka, sudah semestinya dihentikan melalui program kegiatan yang nyata.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini