Di SDI Madawat Maumere, Kepsek Tempeleng Siswi Dengan Nasi Kuning

0
286
Di SDI Madawat Maumere, Kepsek Tempeleng Siswi Dengan Nasi Kuning
Maria Rilis Averansa Kolinatan, siswi yang ditempeleng kepala sekolah, memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (1/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Kekerasan guru terhadap pelajar terjadi di SDI Madawat di Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Kamis (1/8). Tidak tanggung-tanggung dilakukan oleh Nurma Ningsih yang adalah kepala sekolah. Dia menempeleng sisiwinya dengan nasi kuning yang dibungkus mika plastik.
Perilaku kekerasan guru terhadap pelajar di SDI Madawat ini, bukan yang pertama kali. Sebelumnya seorang guru perempuan pernah menggunting rambut siswa. Tidak terima dengan perlakuan itu, orang tua siswa mendatangi sekolah dan menggunting rambut guru tersebut.
Kepala SDI Madawat Nurma Ningsih yang dihubungi di ruang kerjanya, membenarkan telah melakukan perbuatan itu. Dia mengaku bersalah karena khilaf. Dia berjanji akan meminta maaf kepada siswi tersebut berserta orangtuanya. Sementara ini dia sedang menggelar pertemuan dengan para guru untuk mencarikan solusi mediasi.
Kasus ini berawal dari Maria Rilis Averansa Kolinatan, siswi Kelas 6. Pada jam istirahat pertama sekitar pukul 08.30 Wita, dia membeli nasi kuning dari Eustachia Nona Enci. Pedagang ini berjualan di luar halaman sekolah. Rilis Kolinatan membeli dari batas tembok sekolah, yang jaraknya kurang lebih 3 meter dari tempat dagangan.
Dia membeli nasi kuning untuk rekan satu kelasnya yang bernama Klarita Cintiana Nofelia Koten yang menunggu di ruangan kelas. Ternyata Nurma Ningsih melihat Rilis Kolinatan membeli nasi kuning dari pedagang di luar halaman sekolah. Dia mendekati Rilis Kolinatan, mengambil paksa nasi kuning, kemudian menempeleng Rilis Kolinatan. Praktis, mika plastik pun terbuka, dan nasi kuning tercecer jatuh ke halaman sekolah.
Usia menempeleng Rilis Kolinatan, kepala sekolah ini memarahi Eustachia Nona Enci. Dia membentak-bentak sambil mengatakan sekolah menyiapkan kantin bagi anak-anak. Tidak puas dimarahi kepala sekolah, Eustachia Nona Enci pun masuk ke dalam halaman sekolah dan menanggapi kemarahan kepala sekolah. Namun sang kepala sekolah menghindar ke dalam ruangan kerja.
Di SDI Madawat Maumere, Kepsek Tempeleng Siswi Dengan Nasi Kuning
Pelajar SDI Madawat maumere sedang belanja jajab di luar halaman sekolah
Rilis Kolinatan yang ditemui saat istirahat kedua, menjelaskan dia tidak menyangka kepala sekolah akan memperlakukannya seperti itu. Setelah ditempeleng, dia pun langsung berlari ke dalam ruangan kelas. Dia masih merasakan sakit pada bagian pipi yang ditempeleng Nurma Ningsih.
Beberapa saat setelah menempeleng Rilis Kolinatan, kepala sekolah itu kemudian meninggalkan sekolah karena ada kegiatan dinas. Ketika kembali ke sekolah, dia sempat kaget melihat sejumlah wartawan sudah berada di sekolah itu.
Pantauan media ini, saat istirahat kedua, banyak pelajar di sekolah itu yang berbelanja di luar halaman sekolah. Mereka mengaku sidah biasa belanja jajan di sejumlah pedagang dan kios yang berada tidak jauh dari sekolah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini