Tempeleng Siswa Dengan Nasi Kuning, Guru Nur Mengaku Sedang Emosi

0
247
Tempeleng Siswa Dengan Nasi Kuning, Guru Nur Mengaku Sedang Emosi
Kepala SDI Madawat Maumere Nurma Ningsih
Maumere-SuaraSikka.com: Nurnaningsih, Kepala SDI Madawat di Maumere Kabupaten Sikka, Kamis (1/8), menempeleng seorang siswi di sekolah itu dengan nasi kuning yang dibungkus mika plastik. Dia mengaku saat itu sedang dalam keadaan emosi.
Nurnaningsih emosi lantaran siswi tersebut tidak mengindahkan imbauannya untuk berbelanja di kantin sekolah. Padahal dia sudah berkali-kali menganjurkan para pelajar di sekolah itu untuk berbelanja di kantin sekolah.
“Saya sedikit kesal, karena kami di sini ada kantin. Anak-anak sudah diminta supaya beli di kantin. Kan ada pemasukan untuk sekolah. Ya, tadi karena kebetulan saya juga mau keluar rapat, jadi saya mungkin emosi, sampai pukul siswi,”jelas Nurnaningsih kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/8).
Dia mengatakan imbauan untuk belanja di kantin sekolah, karena sekolah mendapat pemasukan dari hasil penjualan di kantin. Dari pemasukan tersebut, dia berencana membangun pagar sekolah yang sementara ini dalam keadaan rusak.
Menurut Nurnaningsih, kantin sekolah sudah dikelola selama 3 tahun, tapi tidak berhasil. Termasuk salah satu yang pernah mengelola kantin sekolah adalah Eustachia Nona Enci, warga setempat yang kemudian memilih berdagang di luar halaman sekolah.
“Saya jengkel dengan anak-anak punya sikap. Karena saya sudah beri tahu (belanja di kantin), tapi mereka tidak mau ikut. Saya hanya imbau supaya beli di kantin, supaya pengelola kantin kasih kita sedikit, untuk kita bangun pagar sekolah,” alasannya.
Tempeleng Siswa Dengan Nasi Kuning, Guru Nur Mengaku Sedang Emosi
Maria Rilis Averansa Kolinatan memberikanketerangan kepada wartawan
Dia mengaku salah telah melakukan tindakan memikul siswinya dengan basi kuning. Untuk itu, Nurma Ningsih berencana meminta maaf kepada korban dan orang tua siswi. Guru ini pun berjanji akan meminta maaf kepada Eustachia Nona Enci, pedagang yang nasi kuningnya menjadi sumber kemarahan.
“Tadi Kepala Bidang (Sekolah Dasar) sudah telepon saya dan sampaikan untuk selesikan secar internal. Jadi setelah ini saya mau gelar pertemuan dengan guru-guru. Lalu saya akan minta maaf kepada korban dan orang tua termasuk pedagang,” tambah dia.
Sebagamana diberitakan, kasus kekerasan guru terhadap pelajar ini berawal dari Maria Rilis Averansa Kolinatan, siswi Kelas 6. Pada jam istirahat pertama sekitar pukul 08.30 Wita, dia membeli nasi kuning dari Eustachia Nona Enci. Pedagang ini berjualan di luar halaman sekolah. Rilis Kolinatan membeli dari batas tembok sekolah, yang jaraknya kurang lebih 3 meter dari tempat dagangan.
Dia membeli nasi kuning untuk rekan satu kelasnya yang bernama Klarita Cintiana Nofelia Koten yang menunggu di ruangan kelas. Ternyata Nurnaningsih melihat Rilis Kolinatan membeli nasi kuning dari pedagang di luar halaman sekolah. Dia mendekati Rilis Kolinatan, mengambil paksa nasi kuning, kemudian menempeleng Rilis Kolinatan. Praktis, mika plastik pun terbuka, dan nasi kuning tercecer jatuh ke halaman sekolah.
Usia menempeleng Rilis Kolinatan, kepala sekolah ini memarahi Eustachia Nona Enci. Dia membentak-bentak sambil mengatakan sekolah menyiapkan kantin bagi anak-anak. Tidak puas dimarahi kepala sekolah, Eustachia Nona Enci pun masuk ke dalam halaman sekolah dan menanggapi kemarahan kepala sekolah. Namun sang kepala sekolah menghindar ke dalam ruangan kerja.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini