Sam Haning Kecewa Kerja Buruk Panitia Tinju Internasional di Maumere

0
155
Sam Haning Kecewa Kerja Buruk Panitia Tinju Internasional di Maumere
Ketua Pengrop Pertina NTT Samuel Haning
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah pihak kecewa atas gagalnya perhelatan NTT Big Fight 2 di Gelora Samador da Cunha Maumere Kabupaten Sikka, Sabtu (3/8). Salah satu yang kecewa dengan kinerja buruk panitia tinju internasional  adalah Ketua Pengprop Pertina NTT Samuel Haning.
Samuel haning mengatakan dia sengaja datang ke Maumere untuk menyaksikan perhelatan tinju internasional. Selain itu dia juga sekaligus ingin memantau dari dekat pembinaan tinju di kabupaten. Lebih dari itu, dia juga ingin mencari bibit petinju dari daerah agar terlibat dalam pembinaan untuk kepentingan tinju di Propinsi NTT.
Namun niat mulia ini gagal diwujudnyatakan lantaran perhelatan tinju internasional tidak dilaksanakan sampai selesai. Panitia penyelenggara baru menyajikan dua partai amatir. Dan setelah itu pengeras suara dimatikan dan listrik dipadamkan gara-gara panitia belum membayar biaya sewa sound system.
Sedianya ada 12 partai amatir yang dijadwalkan bertanding malam itu. Beberapa petinju amatir berasal dari Kabupaten Flores Timur dan Lembata, dan yang paling banyak dari Kabupaten Sikka selaku tuan rumah. Setidaknya ada beberapa sansa tinju dari Kabupaten Sikka yang akan ikut terlibat yakni SMK Kasih Bunda BC, Satria BC, Smapol BC, SMK Yohanes 23 BC, Smansa BC, dan Nara Boxing.
Iven bertajuk tinju internaional ini, selain menyediakan 12 partai amatir, juga akan menurunkan 6 partai profesional, dengan partai utama kualifikasi WBC mempertemukan Yansen Hebi Marapu, petinju asal  Sumba NTT berhadapan dengan Vachayan Khamon asal Thailand. Lalu ada partai eksibisi antara Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dengan Daud Yordan.
Namun pada akhirnya tinju internasional itu hanya berjalan 2 partai saja. Setelah melihat kondisi dan memastikan partai-partai selanjutnya tidak mungkin digelar karena tidak ada pengeras suara, Sam Haning pun meninggalkan Gelora Samador da Cunha dengan membawa kekecewaan.
“Terus terang saya sangat kecewa sekali. Karena tujuan saya hadir di sini adalah untuk mencari bibit, memantau langsung atlit-atlit prestasi untuk pembinaan atilit tinju NTT. Apalagi ini pertandingan di daratan Flores, ada atlit tinju dari Sikka, Flotim dan Lembata,” ungkap kecewa Sam Haning yang ditemui di Hotel Lokaria Indah, Sabtu (3/8) malam.
Dia menambahkan Pertina NTT telah menyiapkan sejumlah wasit dan juri untuk melaksanakan 12 partai amatir. Banyak wasit dan juri yang didatangkan dari Kupang, termasuk dari beberapa daerah di Flores. Semuanya diinapkan di Hotel Lokari Indah. Seluruh biaya wasit dan juri mejadi tanggung jawab panitia penyelenggara.
Sampai tadi malam pihaknya masih menunggu hak-hak yang harus dibayarkan panitia penyelenggara. Dia mengaku pihaknya juga telah menjadi korban dari sebuah penyelenggaraan yang tidak profesional.
Ditanya tentang kehadiran Daud Yordan yang digembar-gemborkan panitia akan bertarung dengan Bupati Sikka, Sam Haning hanya tertawa. Dia mengatakan siapa pun petinju yang menjadi ikon, mestinya ditampilkan ke publik. Dia memastikan bahwa tidak ada Daud Yordan dalam iven tinju internasional tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini