Sudah Kerja 3 Bulan, Proyek Jalan Rp 5 Miliar Lebih Baru Capai 3 Persen

0
60
Sudah Kerja 3 Bulan, Proyek Jalan Rp 5 Miliar Lebih Baru Capai 3 Persen
Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Luar senilai Rp 5 miliar lebih di Kabupaten Sikka, kondisi Jumat (9/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Luar di Kabupaten Sikka Propinsi NTT, sepertinya bakal terbengkelai. Proyek bernilai Rp 5.845.625.000 dari dana alokasi khusus (DAK) ini sudah 3 bulan dikerjakan, tapi realisasi fisik baru mencapai 3,3 persen.
Proyek ini dilaksanakan oleh CV Maghu Ate dengan volume 1,5 kilometer. Kontraktor pelaksana mulai mengerjakan proyek pada 24 Mei 2019, sebagaimana dokumen kontrak. Waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. Itu artinya masih ada waktu 3 bulan untuk menyelesaikan proyek ini.
Dalam beberapa hari terakhir ini, SuaraSikka.com sempat memantau aktifitas pekerjaan proyek. Tampak belum ada pekerjaan yang serius. Para tukang dan buruh baru mengerjakan drainase. Sementara pekerjaan jalan, belum mulai dilaksanakan, kecuali agregat alam pada jejak jalan.
Gregorius Geovani selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/8), mengakui telah mengetahui lambannya perkembangan pekerjaan peningkatan jalan lingkar luar. Malah dia akui sudah 3 hari ini tidak ada aktifitas di lokasi pekerjaan.
Sudah Kerja 3 Bulan, Proyek Jalan Rp 5 Miliar Lebih Baru Capai 3 Persen
Drainase yang dikerjakan bari sepanjang 85 meter dari 1m5 kilometer
“Kebetulan hari ini kami akan lakukan supervisi di lapangan. Sehingga nanti kami bisa ketahui apa kendala yang terjadi. Informasi yang kami terima dari pengawas lapangan kami, tukang ada, tetapi kendalanya pada ketersediaan material,” jelas Gregorius Geovani.
Pantauan media ini, supervisi dilakukan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sikka Okto Suban Polo bersama Kepala Bagian Pembangunan Setda Sikka Femmy Bapa. Hadir juga PPK Gregorius Geovani dan beberapa orang konsultan pengawas dari CV  Sabha Konsultant. Direktur CV Maghu Ate Yoseph Bili tidak berada di tempat, dia diwakili pengawas lapangan Yohanes Leonardo Fiyance.
Pengawas dari Dinas PUPR bersama staf Bagian Pembangunan langsung melakukan opname pekerjaan. Mereka menarik meteran untuk mengukur berapa volume drainase yang sdah dikerjakan kontraktor pelaksana. Ternyata drainase yang dikerjakan baru sepanjang 85 meter dari seharusnya 1,5 kilometer. Setelah dihitung fisik proyek, realisasinya baru mencapai 3,3 persen.
Femmy Bapa menjelaskan dari skedul yang adapada dokumen kontrak, mestinya proyek sudah mencapai 16 persen. Dengan deviasi 12 persen lebih, katanya, PPK akan menggelar rapat pembuktian keterlambatan (show cause meeting = SCM) pertama karena kondisi kontrak kerja yang dinilai kritis dan berpotensi waktu pelaksanaan tidak sesuai skedul yang dibuat.
Kepada kontraktor pelaksana, Femmy Bapa mengingatkan untuk menambah jumlah pekerja dan jumlah armada, sehingga bisa mendorong percepatan pekerjaan di lapangan. Dia juga mengingatkan konsultan pengawas untuk serius melakukan pengawasan dan memberikan solisu-solusi teknis.
Belum diketahui apa yang akan dilakukan PPK terhadap realitas pelaksanaan proyek. Namun dari konfirmasi sebelum supervisi, dia mengatakan akan mengambil langkah-langkah teknis seperti SCM, jika ditemukan deviasi lebih dari 10 persen.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini