Aksi Protes di Pasar Alok, Pedagang Gelar Dagangan di Tengah Jalan

0
142
Aksi Protes di Pasar Alok, Pedagang Gelar Dagangan di Tengah Jalan
Para pedagang menjual sayur-mayur di tengah jalan di Pasar Alok, Jumat (16/8), sebagai bentuk protes terhadap sesama pedagang yang selama ini masih menjual sayur-maur di pinggir jalan
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah pedagang sayur-mayur di Pasar Alok Maumere melakukan aksi protes, Jumat (16/8) pagi. Mereka menggelar dagangan di tengah jalan di dalam kompleks pasar. Akibatnya menghalang pengunjung yang hendak berbelanja.
Aksi protes ini dilakukan para pedagang yang berjualan di bagian dalam lapak pasar. Mereka kecewa karena masih banyak pedagang sayur-mayur yang memilih berjualan di pinggir jalan. Praktis pengunjung pasar lebih cenderung belanja sayur-mayur yang dijual di dekat jalan, dari pada harus masuk lagi ke dalam lapak.
Roni, salah satu pedagang yang melakukan protes mengatakan dia dan kawan-kawan terpaksa berdagang di tengah jalan, sehingga sayur-mayur mereka bisa laris terjual. Mereka melakukan itu semata untuk meningkatkan pendapatan.
“Kalau kami jual di lapak, pasti tidak laku, tidak ada pendapatan, karena masih banyak yang jual di pinggir jalan. Bagaimana kami bisa bayar utang dan cukupi kebutuhan. Jika begini terus, kami punya sayur-mayur ini akhirnya hanya jadi makanan ternak saja,” kesal dia.
Aksi Protes di Pasar Alok, Pedagang Gelar Dagangan di Tengah Jalan
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Yoseph Benyamin langsung bertemu pedagang yang melakukan aksi protes
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka Yoseph Benyamin yang mendapat informasi terkait aksi protes, langsung turun ke Pasar Alok. Dia bertemu dengan para pedagang yang berjualan di tengah jalan, dan meminta agar aksi tersebut segera dihentikan.
Yoseph Benyamin mengaku masih banyak pedagang sayur-mayur yang berjualan di pinggir jalan. Dia tidak bisa mematikan berapa banyak jumlahnya, tapi dia menyebut angka ratusan pedagang. Mantan Kepala Dinas Pokisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka itu berjanji akan menertibkan.
“Rencananya sejak hari Senin lalu lami sudah tertibkan, tetapi mereka minta mulai hari ini. Jadi mulai hari ini kami akan menata dan menertibkan semua penjual sayur agar kembali jual di lapak-lapak yang disiapkan pemerintah. Kami juga akan tertibkan semua aspek yang lain, tidak hanya pedagang sayur,” ujar dia.
Dia mengatakan akan melakukan penataan secara keseluruhan. Misalnya kata dia, ada juga pedagang ikan basah yang bukan menjual di los ikan basah, tapi malah menjualnya di pinggir jalan. Dia berharap semua pedagang menempati lapal-lapak sesuai peruntukan, dan tidak lagi berdagang di pinggir jalan.
Yoseph Benyamin mengatakan pembenahan Pasar Alok sebenarnya telah dimulai per 12 Agustus 2019 lalu. Informasi terkait pembenahan dan beberapa kebijakan terbaru sudah disampaikan melalui Forum Pasar yang merupakan perwakian dari para pedagang. Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi keliling melalui pengeras suara.
Pantauan media ini, para pedagang membentang sebuah terpal menutupi badan jalan di bagian utara, berdekatan dengan Kantor Pasar Alok. Di atas terpal itu terdapat berbagai jenis sayur-mayur. Mereka lalu bersila di belakang dagangan. Kondisi ini membuat pengunjung tidak bisa melanjutkan perjalanan ke lapak yang lain seperti lapak sayur-mayur, ikan basah, ikan kering, daging, dan lain-lain.
Setelah mendapat kepastian dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM untuk melakukan penertiban dan penataan, para pedagang pun berhenti melakukan aksi protes. Mereka mengemas kembali sayur-mayur, dan kembali berjualan di dalam lapak masing-masing.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini