Bupati Sikka Akui Masih Banyak Kekurangan yang Harus Diperbaiki

0
166
Bupati Sikka Akui Masih Banyak Kekurangan yang Harus Diperbaiki
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan pidato sehari sebelum peringatan HUT ke-74 RI di Gedung SCC, Jumat (16/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Untuk pertama kalinya dalam jabatan sebagai Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong menyampaikan pidato menjelang HUT ke-74 RI. Dia mengakui masih banyak kekurangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus jujur mengakui bahwa kita sudah bekerja keras untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun ipaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan masih memerlukan proses dan kinerja yang lebih keras lagi. Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki,” ungkap Robby Idong di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Jumat (16/8).
Robby Idong mengatakan Sikka tidak mungkin menjadi daerah yang maju, kalau belum semua masyarakat menikmati aliran listrik. Tidak mungkin menjadi daerah yang berdaya saing ketika infrastruktur dasar masih buruk. Tidak mungkin menjadi daerah yang sejahtera, kalau masih banyak masyarakat belum menikmati air bersih. Tidak mungkin menjadi daerah yang mandiri di bidang pangan, kalau sejumlah lahan pertanian masih menjadi lahan tidur.
“Kita harus menyelesaikan semua masalah ini secara cepat. Itu artinya kita harus memiliki komitmen yang kuat dalam membangun kerja sama solid tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial politik. Hanya dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang solid, kita mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi untuk membangun Nian Tanah tercinta,” ungakp Robby Idong di depan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, jajaran Forkopimda, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dia lalu menyebutkan permasalahan-permasalahan mendasar yang menuntut penyelesaian. Si bidang pendidikan, masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, termasuk angka rata-rata lama sekolah baru sekitar 6,56 yang tergolong rendah. Di bidang kesehatan, masih rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Lalu angka lematian ibu dan bayi serta angka kesakutan yang relatif tinggi menjadi masalah utama.
Di bidang perekonomian, dia menyebut belum kokoh, belum maju, dan belum adil. PDRB per kapita baru mencapai Rp 13.610.000, pengeluaran per kapita sebesar Rp 7.855.000. sementara itu pertumbuhan ekonomi 5,22 persen.
Dia menyinggung juga bidang refomasi birokrasi, yang disebut sebagai masih mengalami tantangan. Menurut dia, hak ini disebabkan oleh kinerja pemerintah yang belum optimal ditandai dengan masih relatif rendahnya kinerja aparatir dalam pelayanan publik serta kapasitas dan akuntabilitas kibnerja birokrasi yang masih rendah.
Robby Idong menambahkan Kabupaten Sikka dihadapkan pada beberapa problem, antara lain ancaman bencana kekeringan dan wabah rabies yang sedang merajalela, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berpotensi meruak lingkungan hidup.
“Pemerintah tentu tidak berpangku tangan. Namun dengan kemampuan yang ada kita kerahkan untuk mengatasi berbagai problem yang terjadi. Terhadap kondisi lingkungan hidup, pemerintah terus berupaya menjaga kelestariannya demi kepentingan generasi masa kini teristimewa generasi yang akan datang,” ujar dia.
Untuk mengatasi seluruh persoalan yang di Kabupaten Sikka, Robby Idong mengajak semua komponen dalam kondisi utuh, bekerja bahu-membahu, tidak boleh terpecah-belah oleh kepentingan politik dan kepentingan jangka pendek.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini