Terapkan Pendidikan Vokasi, SMKN 1 Maumere Gandeng PLN 

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 5 September 2019 - 21:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumadiono, Asesor Utama pada PT PLN (Persero) sedang memberikan materi kelistrikan di Hotel Pelita Maumere, Rabu (4/9)

Sumadiono, Asesor Utama pada PT PLN (Persero) sedang memberikan materi kelistrikan di Hotel Pelita Maumere, Rabu (4/9)

Maumere-SuaraSikka.com: SDM Unggul Indonesia Maju, sepertinya bukan hanya slogan semata. Setidaknya itu yang dilakukan SMKN 1 Maumere. Pihak sekolah menerapkan pendidikan vokasi untuk melahirkan manusia-manusia unggul. Salah satunya adalah dengan menggandeng PT PLN (Persero).
Selama 3 hari sejak Rabu (4/9) hingga Jumat (6/9), SMKN 1 Maumere mengikutsertakan 18 orang pelajar di sekolah itu pada kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Vokasi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Pelita Maumere, dengan instrukturnya adalah Sumadiono, seorang Asesor Utama pada PT PLN (Persero).
Kelas bersama antara PLN dan SMKN 1 Maumere ini melibatkan para pelajar Kelas XII Jurusan Teknik Jaringan Tenaga Listrik. Mereka dibenum dengan sejumlah materi kelistrikan, berikut kunjungan pada gardu induk yang ada di Kabupaten Sikka.
Nantinya para pelajar ini disebar pada 3 Kantor Layanan Transmisi dan Gardu Induk, di mana sebanyak 5 orang akan berpraktik Maulafa, 7 orang di Ende, dan 6 orang di Labuan Bajo. PKL itu sendiri akan dilaksanakan selama kurang lebih 4 bulan, sejak 9 September 2019 hingga 3 Januari 2020.
Kepala SMKN 1 Maumere Adelbertus D.B. Hasulie menjelaskan sebelum menggelar pendidikan vokasi bagi pelajar, pihak sekolah sudah terlebih dahulu menempuh langkah-langkah strategis untuk membangun keja sama dengan industri. Program yang sudah dilaksanakan adalah sinkronisasi kurikulum, dan program magang guru.
Terapkan Pendidikan Vokasi, SMKN 1 Maumere Gandeng PLN
Para pelajar SMKN 1 Maumere, peserta pendidikan vokasi
“Kerja sama dengan industri ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” jelas dia.
Dia mengatakan SMKN 1 Maumere menyadari pentingnya kualitas sumber daya manusia untuk generasi penerus bangsa. Sebagai sekolah kejuruan, kata dia, SMKN 1 Maumere bertekad melahirkan manusia-manusia yang siap kerja, cerdas dan kompetitif serta berkarakter, yang nantinya akan menjadi pelaku-pelaku pembangunan.
Di zaman sekarang ini, kata dia, tuntutan kualitas pasar industri semakin tinggi. Untuk memenangkan kompetisi ini, diperlukan lulusan yang unggul, berkarakter dan inovatif. Karena itu SMKN 1 Maumere mengantisipasinya sejak dini di bangku sekolah. Dengan demikian lulusan dari sekolah ini, mampu berkompetisi di pasaran industri.
“Ini tantangan besar. Jadi perlu adanya perubahan paradigma yaitu penyelenggaraan pendidikan kejuruan mengacu pada kompetensi sesuai tuntutan pasar kerja dan standarisasi industri. Untuk merealisasikan hal ini  perlu adanya link and match antara sekolah dengan dunia industri,” ujar dia.
Sumadiono yang ditemui di sela-sela kegiatan, memberikan apresiasi kepada SMKN 1 Maumere yang telah memulai pendidikan vokasi untuk para pelajar. Dia berharap para pelajar menafaatkan secara maksimal kelas bersama ini, demi kepentingan masa depan.
Dengan pendidikan vokasi, katanya, para pelajar sudah dipersiapkan sejak bangku sekolah untuk berkompetisi pada dunia kerja. Karena setelah magang selama 4 bulan, para pelajar tersebut akan mendapatkan sertifikasi kompetensi nasional yang dikeluarkan oleh Ditjen Tenaga Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Nah adik-adik ini sudah lebih dulu satu langkah dari yang belum ikut uji kompentesi. Kalau nanti kompeten, mereka jadi rebutan pasar,” tambah dia.
Kepala SMKN 1 Maumere Adelbertus D.B. Hasulie mengatakan selanjutnya SMK Negeri 1 Maumere menargetkan sampai Tahun 2021 seluruh kompetensi keahlian yang ada pada sekolah itu harus masuk menjadi kelas industri. Pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan beberapa indistri lain.*** (eny)
Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru