Terapkan Pendidikan Vokasi, SMKN 1 Maumere Gandeng PLN 

0
145
Terapkan Pendidikan Vokasi, SMKN 1 Maumere Gandeng PLN
Sumadiono, Asesor Utama pada PT PLN (Persero) sedang memberikan materi kelistrikan di Hotel Pelita Maumere, Rabu (4/9)
Maumere-SuaraSikka.com: SDM Unggul Indonesia Maju, sepertinya bukan hanya slogan semata. Setidaknya itu yang dilakukan SMKN 1 Maumere. Pihak sekolah menerapkan pendidikan vokasi untuk melahirkan manusia-manusia unggul. Salah satunya adalah dengan menggandeng PT PLN (Persero).
Selama 3 hari sejak Rabu (4/9) hingga Jumat (6/9), SMKN 1 Maumere mengikutsertakan 18 orang pelajar di sekolah itu pada kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Vokasi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Pelita Maumere, dengan instrukturnya adalah Sumadiono, seorang Asesor Utama pada PT PLN (Persero).
Kelas bersama antara PLN dan SMKN 1 Maumere ini melibatkan para pelajar Kelas XII Jurusan Teknik Jaringan Tenaga Listrik. Mereka dibenum dengan sejumlah materi kelistrikan, berikut kunjungan pada gardu induk yang ada di Kabupaten Sikka.
Nantinya para pelajar ini disebar pada 3 Kantor Layanan Transmisi dan Gardu Induk, di mana sebanyak 5 orang akan berpraktik Maulafa, 7 orang di Ende, dan 6 orang di Labuan Bajo. PKL itu sendiri akan dilaksanakan selama kurang lebih 4 bulan, sejak 9 September 2019 hingga 3 Januari 2020.
Kepala SMKN 1 Maumere Adelbertus D.B. Hasulie menjelaskan sebelum menggelar pendidikan vokasi bagi pelajar, pihak sekolah sudah terlebih dahulu menempuh langkah-langkah strategis untuk membangun keja sama dengan industri. Program yang sudah dilaksanakan adalah sinkronisasi kurikulum, dan program magang guru.
Terapkan Pendidikan Vokasi, SMKN 1 Maumere Gandeng PLN
Para pelajar SMKN 1 Maumere, peserta pendidikan vokasi
“Kerja sama dengan industri ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” jelas dia.
Dia mengatakan SMKN 1 Maumere menyadari pentingnya kualitas sumber daya manusia untuk generasi penerus bangsa. Sebagai sekolah kejuruan, kata dia, SMKN 1 Maumere bertekad melahirkan manusia-manusia yang siap kerja, cerdas dan kompetitif serta berkarakter, yang nantinya akan menjadi pelaku-pelaku pembangunan.
Di zaman sekarang ini, kata dia, tuntutan kualitas pasar industri semakin tinggi. Untuk memenangkan kompetisi ini, diperlukan lulusan yang unggul, berkarakter dan inovatif. Karena itu SMKN 1 Maumere mengantisipasinya sejak dini di bangku sekolah. Dengan demikian lulusan dari sekolah ini, mampu berkompetisi di pasaran industri.
“Ini tantangan besar. Jadi perlu adanya perubahan paradigma yaitu penyelenggaraan pendidikan kejuruan mengacu pada kompetensi sesuai tuntutan pasar kerja dan standarisasi industri. Untuk merealisasikan hal ini  perlu adanya link and match antara sekolah dengan dunia industri,” ujar dia.
Sumadiono yang ditemui di sela-sela kegiatan, memberikan apresiasi kepada SMKN 1 Maumere yang telah memulai pendidikan vokasi untuk para pelajar. Dia berharap para pelajar menafaatkan secara maksimal kelas bersama ini, demi kepentingan masa depan.
Dengan pendidikan vokasi, katanya, para pelajar sudah dipersiapkan sejak bangku sekolah untuk berkompetisi pada dunia kerja. Karena setelah magang selama 4 bulan, para pelajar tersebut akan mendapatkan sertifikasi kompetensi nasional yang dikeluarkan oleh Ditjen Tenaga Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Nah adik-adik ini sudah lebih dulu satu langkah dari yang belum ikut uji kompentesi. Kalau nanti kompeten, mereka jadi rebutan pasar,” tambah dia.
Kepala SMKN 1 Maumere Adelbertus D.B. Hasulie mengatakan selanjutnya SMK Negeri 1 Maumere menargetkan sampai Tahun 2021 seluruh kompetensi keahlian yang ada pada sekolah itu harus masuk menjadi kelas industri. Pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan beberapa indistri lain.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini