Empat Fraksi Tolak Penetapan APBD Perubahan Sikka

0
85
Empat Fraksi Tolak Penetapan APBD Perubahan Sikka
Suasana paripurna persetujuan DPRD Sikka tentang penetapan APBD Perubahan 2019, Senin (30/9)
Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka akhirnya menyetujui penetapan APBD Perubahan 2019. Persetujuan penetapan diwarnai penolakan 4 fraksi. Alasan penolakan karena Rancangan APBD Perubahan 2019 tidak dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka.
Empat fraksi yang menolak adalah Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PAN, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi Partai Golkar. Sementara 5 fraksi yang menyetujui adalah Fraksi Perindo, Fraksi Partai Hanura, Fraksi Demokrat Sejahtera, Fraksi PKB, dan Fraksi PDI Perjuangan. Sikap politik 9 fraksi itu sudah diketahui sejak mekanisme yang terjadi beberapa minggu terakhir ini.
Ketua Fraksi Partai Nasdem Alexander Agatho Hasulie menegaskan bahwa Fraksi Partai Nasdem menyetujui dokumen RAPBD Perubahan 2019 hasil sinkronisasi yang telah dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Banggar pada 23 Agustus 2019 lalu, sesuai hasil evaluasi pada asistensi yang dilakukan bersama Tim Aanggaran Pemprop NTT pada 21 agustus 2019.
Karena itu, terhadap berbagai dokumen yang diajukan pemerintah dan disampaikan kepada DPRD Sikka sebagai penyempurnaan terhadap hasil evaluasi atas perubahan RAPBD 2019 pada 26 September 2019, Fraksi Partai Nasdem menyebut tidak sesuai ketentuan Pasal 184 ayat (1) PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Dengan memperhatikan komposisi alat-alat kelengkapan Dewan yang belum terbentuk sampai saat ini, maka Fraksi Partai Nasdem dengan tegas menolak dan menyatakan tidak bertanggungjawab terhadap dokumen RAPBD Perubahan 2019 yang akan ditetapkan,” jelas Alexander Agatho Hasulie.
Ketua Fraksi PAN Phillipus Fransiskus menegaskan Pasal 184 ayat (1) PP Nomor 12 tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menyebut jelas bahwa penyempurnaan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud Pasal 180 ayat (8) dan Pasal 181 ayat (8) dilakukan kepala daerah melalui TAPD bersama DPRD melalui Badan Anggaran.
Dia melanjutkan hasil penyempurnaan ditetapkan dengan Keputusan Pimpinan DPRD. Dan Keputusan Pimpinan DPRD disampaikan kepada Gubernur, palinglambat tiga hari setelah keputusan tersebut ditetapkan.
Phillipus Fransiskus kemudian mempertanyakan Surat Keputusan Pimpinan DPRD Sikka tentang hasil penyempurnaan dan Surat Keputusan Gubernur NTT tentang persetujuan penetapan APBD Perubahan Sikka 2019.
“Fraksi PAN menyatakan dengab tegas menolak Ranperda APBD Sikka Tahun 2019 untuk ditetapkan menjadi Perda APBD Perubahan Sikka, sekaligus Fraksi PAN tidak ikut bertanggungjawab terhadap Perubahan APBD Sikka Tahun 2019, karena Fraksi PAN tidak ingin terjebak dalam kesalahan normatif,” ujar dia.
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu juga menyinggung regulasi PP Nomor 12 Tahun 2019. Fraksi partai Gerindra berpendapat bahwa penyempurnaan terhadap hasil evaluasi atas Ranperda Perubahan APBD Sikka 2019 yang dilakukan TAPD dan seluruh anggota DPRD Sikka pada 26 September 2019 tidak sesuai Pasal 184 ayat (1) PP Nomor 12 Tahun 2019.
“Terhadap kondisi ini, maka Fraksi Partai Gerindra dengan tegas menolak untuk ditetapkan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2019 menjadi Perda APBD Perubahan Tahun 2019. Sejalan dengan itu, Fraksi Partai Gerindra menyatakan tidak turut bertanggungjawab atas Perubahan APBD Sikka 2019 yang akan ditetapkan pada hari ini,” ujar dia.
Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis menegaskan fraksinya hanya menyetujui Ranperda APBD Perubahan Sikka 2019 yang sudah disempurnakan oleh Banggar Periode 2014-2019. Dia berlasan Fraksi Partai Golkar mengikuti tahapan dan mekanisme yang sudah dijalankan oleh alat-alat kelengkapan yang sah.
Rapat Paripurna DPRD Sikka untuk meminta persetujuan penetapan Ranperda ABPD Perubahan Sikka 2019 menjadi Perda APBD Sikka 2019 ini dipimpin Ketua Semenara DPRD Sikka Donatus David didampingi Wakil Ketua Sementara DPRD Sikka Yoseph karmianto Eri. Hadir pada kesempatan itu Bupati dan Wakil Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini