Pasca Tsunami 1992, Pemana Kesulitan Air Bersih

0
67
Pasca Tsunami 1992, Pemana Kesulitan Air Bersih
Lukman Ani, warga Desa Pemana
Maumere-SuaraSikka.com: Pulau Pemana di Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, pernah dihantam tsunami pada tahun 1992. Sejak peristiwa itu warga di pulau ini merasakan berbagai kesulitan, dan yang terutama adalah kesulitan air bersih untuk konsumsi setiap hari.
Penderitaaan sepanjang 27 tahun lebih ini sangat mendera warga masyarakat yang berada di kepulauan dalam kawasan Teluk Maumere itu. Mereka sudah berupaya mencari jalan keluar, antara lain dengan terus-menerus meminta perhatian dari pemerintah daerah setempat.
Setiap kali kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan, persoalan klasik ini selalu menjadi prioritas untuk diperjuangkan dari tingkat desa sampai kabupaten. Namun hingga kini, harapan tersebut belum saja terjawab. Beberapa kali sudah terjadi pergantian kepala daerah, namun harapan warga masyarakat Pemana sepertinya masih jauh panggang dari api.
Lukman Ani, salah satu warga Desa Pemana, mengibaratkan kehadiran air bersih bagi warga masyarakat Pemana, seperti mencari jejak dalam air. Masyarakat sudah berjuang melalui cara-cara prosedural, namun sama sekali belum mendapat perhatian pemerintah. Usulan pengadaan jaringan air bersih biasanya mentok pada musyawarah perencanaan pembangunan tingkat desa.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga masyarakat Pemana terpaksa membelinya dari Dusun Ngolo di Desa Gunung Sari. Itu pun harus melewati infrastruktur prasarana jalan yang tidak terlalu bagus. Empat kilometer ke Ngolo dengan ruas jalan yang rusak, serasa menambah penderitaan warga masyarakat.
“Kami biasa beli air di Ngolo. Empat batu (= kilometer) ke sana. Jalannya sudah rusak, buruk sekali,” keluh laki-laki separuh baya itu.
Air bersih yang dibeli dari Ngolo, kata dia, masih terasa kadar asin. Warga masyarakat memanfaatkan untuk kebutuhan memasak dan minum. Untuk minum, biasanya warga masyarakat memasak lebih lama sampai benar-benar mendidih, agar mengurangi kadar asin yang terkandung di dalam air bersih.
Lukas Ani yang menghadiri Pesta Laut Desa Pemana di Pulau Anano menyambut gembira kehadiran Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pada acara tersebut. Dia meminta Bupati Sikka tidak sekedar mengikuti seremoni, tetapi justeru berharap bisa melihat langsung dari dekat kondisi dan situasi Desa Pemana.
“Bagus juga Bupati bisa hadir di sini. Tapi lebih bagus lagi datang dan lihat Pemana. Danjangan hanya lihat saja, perlu pikirkan juga nasib kami. Di sini terlalu banyak masalah, selain air bersih, infrastruktur jalan, juga masalah kesehatan,” ujar dia.
Rupanya harapan Lukas Ani terjawab. Ketika berbicara pada acara Pesta Laut Desa Pemana, Bupati Sikka menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi Pemana, sekaligus melihat infrastruktur jalan dari Pemana menuju Ngolo. Bupati Sikka berjanji akan memperbaiki sarana jalan tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini