Tujuh Putra Terbaik NTT Dipercayakan Jadi Menteri

0
173
Tujuh Putra Terbaik NTT Dipercayakan Jadi Menteri
Frans Seda
Maumere-SuaraSikka.com: Wajah Nusa Tenggara Timur terus menghiasi dunia politik nasional. Setidaknya sudah ada 7 putra terbaik yang dipercayakan menjadi menteri atau pejabat setingkat menteri, sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo.
Yang pertama adalah Herman Johanes. Profesor kelahiran Rote Ndao 28 Mei 1912 itu, dipercayakan menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Rekonstruksi pada Kabinet Perdana Menteri Mohamad Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951).
Menyusul setelah itu Fransiskus Xaverius Seda. Pria kelahiran Lekebai Kabupaten Sikka 4 Oktober 1926 ini menjadi menteri pada era Orde Lama dan Orde Baru. Pertama kali dia dipercayakan sebagai Menteri Perkebunan pada Kabinet Kerja IV (1963-1964) di era Presiden Soekarno, yang kemudian dilanjutkan pada Kabinet Dwikora I dan Dwikora II (1964-1966).
Wajah politisi NTT semakin bergengsi, ketika Frans Seda dipercayakan sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Ampera I dan Ampera II (25 Juli 1966 – 6 Juni 1968). Selanjutnya Presiden Soeharto mempercayakan Frans Seda menjadi Menteri Perhubungan pada Kabinet Pembangunan I (6 Juni 1968 – 28 Maret 1973).
Setelah Frans Seda, terjadi kevakuman kurang lebih 15 tahun. Pada tahun 1988, Presiden Soeharto kemudian mengangkat Adrianus Mooy, pria kelahiran Rote 10 April 1936, menjadi Gubernur Bank Indonesia Periode 1988-1993. Sebelum UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Gubernur Bank Indonesia adalah anggota kabinet dan pejabat setingkat menteri.
Nama Alexander Sonny Keraf, lelaki kelahiran Kabupaten Lembata 1 Juni 1958, ikut melambung di zaman Presiden Gus Dur. Politisi PDI Perjuangan itu ditunjuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada Kabinet Persatuan Nasional (26 Oktober 1999 – 9 Agustus 2001).
Di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri, muncul nama Jacob Nuwa Wea. Politisi PDI Perjuangan ini merupakan salah satu orang kepercayaan Ketua Umum PDI Perjuangan. Kesetiaan pria kelahiran Nagekeo 14 April 1944 ini, membawanya pada posisi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (10 Agustus 2001 – 20 Oktober 2004) pada Kabinet Gotong Royong.
Paskah Jacob Nuwa Wea, wajah NTT tenggelam pada era kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Dalam dua periode kepemimpinan SBY, tidak ada satu pun figur NTT yang dilirik Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Saleh Husin memecah kevakuman daftar menteri asal NTT. Pria kelahiran Rote 16 September 1963 ini masuk dalam Kabinet Kerja di zaman Presiden Joko Widodo. Dia dipercayakan menjadi Menteri Peridustrian (27 Oktober 2014 – 27 Juli 2016).
Joko Widodo yang memimpin Indonesia untuk periode kedua, kembali melirik putra NTT. Kali ini dia mempercayakan Jhonny G Plate, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem yang lahir di Ruteng September 1956. Pria blasteran Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai itu dipercayakan menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika.
Selain tujuh nama di atas, sejarah juga mencatat nama Nafsiah Mboy. Perempuan yang berasal dari Propinsi Sulawesi Selatan ini adalah isteri mantan Gubernur NTT Benediktus Mboy. Nafsiah Mboy dipercayakan menjadi Menteri Kesehatan (14 Juni 2012 – 20 Oktober 2014) pada Kabinet Indonesia Bersatu II di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini