DPRD Sikka Bagi-Bagi Jabatan Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan 

0
96
DPRD Sikka Bagi-Bagi Jabatan Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan
Gedung DPRD Sikka di Jalan Eltari
Maumere-SuaraSikka.com: Strategi bagi-bagi jabatan pimpinan alat kelengkapan dewan di DPRD Sikka dimainkan secara rapi. Empat fraksi yang selama ini dinilai berseberangan dengan pemerintah, ikut terlena dengan urusan bagi-bagi jabatan. Pada akhirnya fraksi-fraksi ini pun kecewa karena ditelikung di tengah jalan.
Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi PAN, terpaksa walk out dari paripurna penetapan alat-alat kelengkapan dewan, Jumat (1/11) malam. Empat fraksi ini “tertipu” karena bagi-bagi jabatan pimpinan alat kelengkapan dewan, tidak sesuai kesepakatan yang ditempuh pada rapat Pimpinan DPRD Sikka dan Pimpinan Fraksi yang dilaksanakan Jumat (1/11) siang.
Informasi yang diperoleh media ini, rapat Pimpinan DPRD Sikka dan Pimpinan Fraksi menyepakati Fraksi PAN menjadi Ketua Komisi 1 yang membidangi pemerintahan, Fraksi Partai Gerindra menjadi Ketua Komisi 2 yang membidangi perekonomian, keuangan dan pembangunan, dan Fraksi PDI Perjuangan menjadi Ketua Komisi 3 yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Bagi-bagi jabatan yang disepakati pada rapat Pimpinan DPRD Sikka dan Pimpinan Fraksi, dilakukan untuk menanggapi harapan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Dalam kesempatan Rapat Konsultasi, Jumat (1/11) pagi, Bupati Sikka berharap komposisi pimpinan alat kelengkapan dewan mempertimbangkan semua fraksi yang ada di DPRD Sikka.
Pada akhirnya bagi-bagi jabatan ini pun batal dilakukan. Terbetik kabar, terjadi pertikaian “merebut” Ketua Komisi 3 yang menjadi jatah Fraksi PDI Perjuangan. Disebut-sebut, ada dua nama yang kuat menduduki posisi Ketua Komisi 3 yakni Stefanus Sumandi dari PDI Perjuangan dan Alfridus Melanus Aeng dari PKP Indonesia.
Informasi yang beredar, Stefanus Sumandi mendapat dukungan empat anggota DPRD Sikka dari PDI Perjuangan. Sementara Alfridus Melanus Aeng hanya didukung satu anggota DPRD Sikka dari PKP Indonesia. Kondisi ini membuat “geram” PKP Indonesia yang telah membangun komitmen bersama Bupati Sikka yang juga adalah Ketua DPC PDI Perjuangan.
Ditengarai, terjadi dilematis yang cukup serius di tubuh Fraksi PDI Perjuangan, antara mengakomodir Stefanus Sumandi atau Alfridus Melanus Aeng. Apalagi disebut-sebut PKP Indonesia bakal keluar dari Fraksi PDI Perjuangan, jika tidak mendapat “jatah” Ketua Komisi 3. Faktor ini diduga makin memperkeruh Fraksi PDI Perjuangan
DPRD Sikka bagi-bagi jabatan pimpinan alat kelengkapan dewan melalui rapat Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi, ini adalah yang pertama kali terjadi dalam sejarah politik di DPRD Sikka. Yang biasa terjadi yakni lobi-lobi di luar ruangan untuk mendapat dukungan pada saat pemilihan pimpinan alat kelengkapan dewan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini