Banyak ASN Malas Masuk Kantor Tapi Dapat Jabatan

0
195
Banyak ASN Malas Masuk Kantor Tapi Dapat Jabatan
Anggota Banggar DPRD Sikka Petrus da Silva (paling belakang baju putih)
Maumere-SuaraSikka
Anggota Badan Anggaran DPRD Sikka Petrus da Silva menyoroti kebijakan mutasi dan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Dia menyitir banyak ASN yang malas masuk kantor tapi mendapatkan jabatan.
Sekretaris Fraksi Partai Nasdem ini mengungkapkan pengamatannya saat rapat anggaran bersama Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKDPSDM) Kabupaten Sikka, Rabu (11/12). Dia memotivasi Pelaksana Tugas BKDPSDM Sikka Lukas Lawe agar lebih cermat memberikan kajian.
“Baca itu dokumen RPJMD Sikka, lalu bikin kajian kepada Bupati. Karena pengamatan saya banyak ASN yang malas masuk kantor, tapi dipromosikan dapat jabatan,” kritik pensiunan ASN Sikka yang terkenal disiplin dan tanggung jawab itu.
Dia berharap Pelaksana Tugas BKDPSDM serius memberikan kajian dan berani melawan praktik-praktik buruk manajemen kepegawaian. Hemat dia manajemen kepegawaian di Pemkab Sikka masih berjalan di tempat akibat dari praktik-praktik buruk dalam mutasi.
Kritikan Petrus da Silva ini menyasar secara umum. Dia tidak mendetail ASN mana yang dia maksudkan malas masuk kantor tapi dipromosikan mendapat jabatan.
Fraksi Partai Nasdem Sikka dalam pemandangan umum beberapa fraksi beberapa waktu lalu, menyoroti masalah mutasi, rotasi dan promosi jabatan. Fraksi ini berharap seluruh proses benar-benar berjalan sesuai semangat dan spirit bahwa penempatan orang dalam jabatan telah sesuai kompetensi dan kapabilitas berdasarkan sarat jabatan yang telah ditentukan.
Pada saat itu Fraksi Partai Nasdem mempertanyakan beberapa oknum pejabat yang telah melanggar disiplin PNS berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan Peraturan Kepala BKN tentang Pelaksanaan PP Nomor 53 Tahun 2010. Oknum-oknum PNS dimaksud melanggar peraturan dan sepatutnya diberhentikan dari PNS secara tidak hormat.
Petrus da Silva juga menyinggung oknum PNS calo proyek yang direkomendasi Inspektorat turun dari jabatan, namun sampai sekarang masih menjabat sebagai kepala bidang. Demikian juga seorang PNS yang terlibat kasus amoral, sesuai aturan seharusnya diturunkan pangkatnya. Namun sejauh ini yang bersangkutan dimutasikan dengan jabatan yang sama.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini