Aksi Mural Pelajar Spater Sambut Natal dan Tahun Baru

0
233
Aksi Mural Pelajar Spater Sambut Natal dan Tahun Baru
Pelajar Spater Maumere sedang melukis pada tembok, Sabtu (14/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Banyak cara yang dilakukan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru. Puluhan pelajar SMPK Frater (Spater) Maumere memilih cara yang sederhana melalui aksi mural.
Aksi mural pelajar Spater ini digelar pada tembok SDI Kota Uneng. Kebetulan tembok sekolah ini berbatasan langsung dengan ruas jalan di depan SMPK Frater Maumere.
Para pelajar itu terdiri dari 25 orang pelajar yang mengambil ekstrakurikuler seni lukis, ditambah sejumlah pengurus OSIS Spater. Tema yang diangkat pada aksi mural ini adalah Natal dan Tahun Baru.
Aksi Mural Pelajar Spater Sambut Natal dan Tahun Baru
Salah satu kreasi mural pelajar Spater
Polikarpus Pada, pembina OSIS Spater menjelaskan aksi mural ini lebih kepada menyalurkan minat dan bakat pelajar akan seni lukis. Selain itu, untuk mengeliminir aksi vandalisme yang marak terjadi di Kota Maumere.
Tembok SDI Kota Uneng, katanya, penuh dengan coretan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Coretan-coretan itu sangat merusak pemandangan, jauh dari estetika kota, serta tidak mencerminkan edukasi bagi kehidupan sosial masyarakat.
Apalagi di daerah sekitar itu terdapat banyak sekolah. Selain SDI Kota Uneng dan SMPK Frater Maumere, ada juga beberapa sekolah lain seperti SMAK Frater Maumere, SMPK dan SMAK Bunda Segala Bangsa.
“Kami prihatin sekali dengan maraknya vandalisme. Setelah koordinasi dengan SDI Kota Uneng, kami dibolehkan melakukan aksi mural di tembok sekolah mereka,” jelas Polikarpus Pada, guru mata pelajaran Matematika.

    Mural Ntal dan Tahun Baru pelajar Spater
Seperti pantauan media ini, Sabtu (14/12), puluhan pelajar Spater tengah asyik melukis tembok SDI Kota Uneng. Mereka mengekspresikan bakat dengan membuat lukisan dan tulisan Natal dan Tahun Baru. Aksi ini mendapat simpati warga masyarakat yang melintasi ruas jalan di depan SMPK Frater Maumere.
Paulina, salah satu orang tua murid memberikan apresiasi atas aksi mural pelajar Spater. Dia pun rela menunggui anaknya yang sedang bergumul bersama kuas dan cat. Bagi Alumni Spater 85 ini, seni melukis tembok memiliki nilai edukatif, dari pada membiarkan tembok-tembok menjadi media vandalisme.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini