Berkat Program JKN-KIS Pikiran Jadi Tenang

0
100
Berkat Program JKN-KIS Pikiran Jadi Tenang
Theresia Rosalina
Maumere-SuaraSikka.com: Theresia Rosalina, 28 tahun, seorang pegawai pada PT Langit Laut Biru yang beroperasi di Kota Maumere Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sehari-hari pekerjaanya sebagai pelaksana di Bidang Administrasi.
Dia menceritakan pengalamannya selama menjalani pengobatan menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Sejak tahun 2014 saya sudah terdaftar dan memiliki kartu ini. Saat itu saya bekerja sebagai karyawan pada Koperasi Bahtera Sejahtera Maumere. Saat itu saya mengalami pendarahan, dalam situasi yang tidak berdaya saya dibawa keluarga ke Puskesmas Beru. Setibanya di sana saya ditanya untuk pembiayaan perawatan apakah menggunakan jaminan JKN-KIS atau biaya bayar sendiri. Lalu saya menunjukan kartu JKN-KIS saya,” ungkap wanita yang telah memiliki satu anak ini.
Theresia Rosalina yang akrab disapa Santi, awalnya sempat ragu saat dirujuk ke rumah sakit. Karena ini pengalaman pertamanya menggunakan kartu JKN-KIS untuk menjalani pengobatan. Terbersit kuatir dipersulit, dan tidak mendapatkan kamar rawat. Namun saat di rumah sakit rasa ragunya hilang, karena begitu dia menunjukkan kartu JKN-KIS miliknya disertai surat rujukan dari Puskesmas, dia pun langsung dilayani.
“Saya langsung mendapatkan kamar sesuai hak saya di Kelas II, dan dokter pun sigap memeriksa saya,” tutur Santi.
Saat mengurus administrasi di rumah sakit dia sempat menanyakan apakah ada biaya tambahan. Ternyata tidak ada sama sekali, karena sudah mengikuti prosedur dan sesuai hak kelas rawat inap. Santi pun menjadi tenang.
Selain itu, dia bercerita bahwa sempat kehilangan haknya untuk mendapatkan jaminan kesehatan dikarenakan pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya. Namun dia kembali mendaftarkan diri sebagai peserta Program JKN-KIS segmen PBPU.
Santi berharap program JKN-KIS terus berkesinambungan karena manfaatnya sangat luar biasa bagi masyarakat sesuai prinsip gotong royong, yaitu orang yang sehat membantu yang sakit. Dengan demikian masyarakat tidak perlu kuatir lagi mengenai pembiayaan pengobatan.
“Saya sangat bersyukur menjadi peserta program JKN-KIS dan betapa berharganya kartu JKN-KIS ini bagi saya dan keluarga. Menurut cerita dari beberapa orang mengatakan jika menggunakan kartu JKN-KIS itu selalu dipersulit atau dapat pelayanan yang tidak sesuai. Bagi saya hal ini tidak terbukti, yang penting kita harus taat administrasi dan mengikuti prosedur, buktinya saya sudah memanfaatkan pelayanan dengan baik dan tidak ada biaya sama sekali. Apalagi kini sudah hadir aplikasi Mobile JKN, sehingga urusan administrasi peserta semakin dipermudah, seperti pendaftaran peserta, perubahan kepesertaan, pindah fasilitas kesehatan, cek tagihan iuran. Peserta tidak perlu buang waktu untuk datang ke kantor. Saya sendiri sudah membuktikan,” ujar Santi.(eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini