Biaya Operasi Caesar Tetap Ditanggung Program JKN-KIS

0
212
Biaya Operasi Caesar Tetap Ditanggung Program JKN-KIS
Tanti Dyah Rahmawati
Maumere-SuaraSikka.com: Tanti Dyah Rahmawati, 31 tahun, dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Maumere. Dia juga seorang ibu dari dua orang anak. Beginilah pengalamannya terkait manfaat Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Hal itu ketika dia mengandung anak keduanya satu tahun yang lalu. Wanita yang akrab disapa Tanti ini menceritakan bahwa dahulu dia tidak terlalu peduli dengan statusnya sebagai peserta JKN-KIS. Dia hanya tahu bahwa telah terdaftar karena merupakan istri seorang tentara.
“Saya dulu tidak terlalu memperhatikan untuk menjadi anggota JKN-KIS,” tuturnya datar, awal Oktober lalu.
Tanti baru merasakan manfaatnya ketika dia hamil anak keduanya. Dia sangat mewanti-wanti karena sebelumnya pernah mengalami preeklampsi saat hamil anak pertama.
“Saya selalu cek di bidan tempat saya terdaftar dengan kartu JKN-KIS. Karena dulu pas hamil anak pertama, saya sempat kejang dan pingsan. Sampai akhirnya waktu itu saya harus melahirkan secara caesar,” ungkap Tanti.
Pengalamannya saat hamil pertama membuatnya merasa harus berjaga-jaga. Karena itu Tanti dari awal sudah berkonsultasi dengan bidan dan dokter.
”Kalau saya mau memeriksakan kandungan, saya pakai kartu JKN-KIS. Ibu bidannya melayani dengan ramah. Kalau periksa ke dokter saya langsung ke dokter praktik spesialis kandungan. Saya hanya kasih tahu pengalaman saya, sampai dokternya bilang kalau besok pas mau melahirkan sebaiknya dioperasi caesar saja untuk menghindari proses melahirkan berisiko,” tutur Tanti.
Dia pun tidak lupa mengucap syukur karena buah hatinya yang terlahir melalui caesar saat ini telah menginjak usia satu tahun dalam keadaan sehat.
“Alhamdulilah, proses melahirkan saya lancar dan biaya operasi caesar ditanggung JKN-KIS . Sekarang anak kedua saya sudah berusia satu tahun. Namun pengalaman menggunakan kartu JKN-KIS tetap saya ingat karena sangat membantu. Saya rasa bukan hanya saya saja, tapi banyak orang yang terbantu dengan program ini,” ujarnya.
Saat ditanya tentang bagaimana pendapatnya tentang isu BPJS Kesehatan saat ini, Tanti pun ikut berpendapat bahwa tidak ada ruginya jadi peserta JKN-KIS.
“Mungkin sekarang belum butuh, tapi bisa saja besok atau lusa kita butuh sekali dengan program ini. Semoga program JKN-KIS terus tumbuh dan berkembang. Selain pemerintah kita juga harus ikut membantu menyukseskan program ini dengan rajin membayar iuran rutin JKN-KIS,” ujar Tanti. (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini