Chef Renatta Moeloek Puji Lawar Julian Diaz

0
431

Maumere-SuaraSikka.com: Lawar, makanan khas tradisional Kabupaten Sikka, mendadak menjadi viral. Tidak tanggung-tanggung, hasil racikan Julian Diaz itu dipuji Renata Moeloek, seorang Master Chef yang terkenal di Indonesia.

“Yang bikin enak di sini sebenarnya lawar-nya. Ada sweetnees natural dari kelapa yang bikin semuanya balance,” puji Renatta Moeloek pada acara Master Chef Indonesia yang disiarkan RCTI, Sabtu (21/12) lalu.
Lawar buatan Julian Diaz diracik dari bahan-bahan lokal seperti daun pepaya, daun ubi, bunga pepaya, jantung pisang, dan kelapa parut. Dia memberi sentuhan penyedap dengan bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, terasi, dan halia. Tidak lupa dia mengolahnya dengan menggunakan minyak kelapa yang dibeli dari Pasar Alok.
Pemilik nama lengkap Emanuel Fransisco Julian Diaz menyajikan lawar disanding dengan ikan bakar bumbu kuning dan pisang kepok goreng. Bagi dia, menu tradisional satu paket ini tidak sekedar disajikan untuk mengikuti kompetisi. Tapi lebih dari itu untuk diperkenalkan ke publik secara nasional.
“Dari awal waktu mau ikuti Master Chef Indonesia, memang saya punya niat untuk mempromosikan makanan tradisional kita. Makanya di kompetisi ini saya pilih makanan tradisional,” ujar Julian Diaz di Resto 78 Maumere, Jumat (27/12).
Chef Renatta Moeloek Puji Lawar Julian Diaz
Julian Diaz
Ikan bakar bumbu kuning, menu ini sudah familiar buat Julian Diaz. Dia cukup akrab dengan menu yang dia ketahui dari almarhumah neneknya. Sejak masih kecil, lidah Julian Diaz sudah terbiasa dengan menu ini.
Sementara lawar merupakan makanan rakyat yang sering jadi menu tetap masyarakat Kabupaten Sikka. Apalagi diolah dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat. Julian Diaz berhasil mengeksplor lawar menjadi hidangan yang bernilai tinggi di mata para Master Chef.
Sajian menu tradisional ala Julian Diaz ini mendapat penilaian positip dari ketiga juri masing-masing Chef Juna, Chef Arnold, dan Chef Renata. Pisang kepok goreng yang sedikit mendapat tanggapan minus dari Chef Juna. Ini yang membuat jebolan SMK Mater Amabilis Surabaya Jurusan Jasa Boga itu terpacu untuk terus belajar.
Julian Diaz, anak kedua dari pasangan Arnoldus Yansen Diaz dan Vonny Oktavia Saputra, kini sudah lolos hingga ke babak 28 besar. Langkahnya masih panjang untuk menuju puncak, karena harus bersaing dengan banyak peserta yang tidak kalah kualitasnya. Tanpa merasa beban, pemuda berusia 21 tahun ini menyerahkan perjuangannya kepada Tuhan.
Seiring jalan masih panjang di kompetisi ini, anak pemilik Resto 78 ini terus termotivasi untuk memperkenalkan makanan khas Kabupaten Sikka ke pentas nasional. Selain lawar, ikan bakar bumbu kuning dan pisang kepok goreng, alumnus SMPK Frater Maumere itu sedang memikirkan paket menu tradisional lainnya untuk dibawa ke dapur Master Chef Indonesia pada babak-babak selanjutnya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini