Julian Diaz Boyong Bahan Lokal dari Maumere ke Kompetisi Master Chef Indonesia

0
437
Julian Diaz Boyong Bahan Lokal dari Maumere ke Kompetisi Master Chef Indonesia
Julian Diaz
Maumere-SuaraSikka: Julian Diaz peserta Master Chef Indonesia asal Kabupaten Sikka, tidak hanya menyajikan masakan tradisional dari daerah asalnya. Dia juga memboyong bahan-bahan lokal yang dibawanya langsung dari Maumere.
Apa saja bahan lokal yang dibawa peserta Master Chef Indonesia pertama dari Propinsi NTT itu? Ternyata pemuda berusia 21 tahun ini membawa banyak sekali kekayaan lokal dari tanah Kabupaten Sikka.
Ditemui di Resto 78 Maumere, Jumat (27/12), dia menyebut seperti daun pepaya, daun ubi, bunga pepaya, dan jantung pisang. Semua bahan lokal ini dikonversikan menjadi lawar, makanan tradisional dari Kabupaten Sikka. Barang-barang ini dibelinya dari Pasar Alok, pasar tradisional terbesar di NTT.
Tidak hanya itu, anak pasangan Arnoldus Yansen Diaz dan Vonny Oktavia Saputra ini juga membawa daging ikan tuna dari Maumere. Tuna berkualitas ekspor itu kemudian dijadikan menu ikan bakar bumbu kuning, yang disajikan di depan para juri Master Chef Indonesia.
Ada lagi yang unik dengan cara Julian Diaz memperkenalkan Kabupaten Sikka. Dia membawa juga pisang kepok hijau yang sudah familiar di Kabupaten Sikka. Dalam rencananya, pisang kepok hijau itu bakal digoreng, dan kemudian disajikan bersama lawar dan ikan bakar bumbu kuning. Paket menu lokal inilah yang direncanakan diracik di dapur Master Chef Indonesia.
Belum puas hanya dengan itu, Julian Diaz juga memboyong minyak kelapa. Dia membeli cukup banyak minyak kelapa yang dijual di Pasar Alok. Selain dimanfaatkan sebagai minyak goreng, Julian Diaz juga memfungsikan minyak kelapa untuk memperkuat cita pada lawar dan ikan bakar bumbu kuning. Aroma minyak kelapa yang wangi itu, ternyata memiliki keunggulan lebih jika dibandingkan dengan minyak goreng buatan pabrik.
Semangat kedaerahan yang tinggi menggebu-gebu di benak alumnus SMK Mater Amabilis Surabaya Jurusan Jasa Boga itu. Lengkap sudah tekad mulianya mengangkat makanan tradisional Kabupaten Sikka. Apalagi dia meraciknya dengan bahan-bahan lokal dari tanah kelahirannya.
Julian Diaz sukses membuat para juri terpesona. Ikan bakar bumbu kuning, lawar, dan pisang kepok goreng, mendapat apresiasi tinggi dari para Master Chef. Julian Diaz pun lolos ke babak 28 besar.
Namun sukses Julian Diaz ini masih membuatnya kurang puas. Bahan-bahan lokal yang dibelinya dari Pasar Alok untuk meracik lawar terpaksa tidak bisa dimanfaatkan. Rupanya perjalanan jauh dari Maumere ke Jakarta, membuat bahan-bahan lokal ini tidak bisa bertahan lama. Julian Diaz harus membeli lagi bahan-bahan dasar itu di salah satu pasar tradisional di Jakarta.
Tapi kondisi ini tidak membuat Julian Diaz patah semangat. Justeru sebaliknya dia termotivasi untuk terus belajar dari kekurangan dan keterbatasan. Julian Diaz berjanji untuk terus mengangkat nama Kabupaten Sikka melalui kompetisi Master Chef Indonesia dengan menyajikan paket menu tradisonal dari daerah itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini