Kisah ODGJ Asal SoE, Dari Gila Kambing dan Suka Tidak Berpakaian, Kini Jadi Penjaga Warung Panti Asuhan di Maumere

0
50
Kisah ODGJ Asal SoE, Dari Gila Kambing dan Suka Tidak Berpakaian, Kini Jadi Penjaga Warung Panti Asuhan di Maumere
Sisilia Fina sedang menceritakan kisah hidupnya, Jumat (14/2)
Maumere-SuaraSikka.com: Sisilia Fina pernah menjalani ziarah hidup yang menyakitkan. Dia pernah menderita penyakit mati kambing, hingga kebiasaan tidak berpakaian. Kini perempuan asal Kabupaten TTS itu sudah normal kembali, dan bekerja sebagai penjaga warung milik sebuah panti asuhan di Maumere.
Warung tempat dia bekerja merupakan milik Panti Asuhan Dymphna, sebuah panti rehabilitasi penyandang cacat yang mengasuh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Di panti asuhan inilah, Fina – demikian panggilannya – mendapatkan kesembuhan. Dia pun mengabdikan dirinya secara total untuk membantu panti asuhan, dan mendapatkan gaji yang cukup.
“Saya merasa bersyukur sekali karena berkat bantuan Tuhan melalui Suster Lucia dan pengasuh panti akhirnya saya bisa sembuh,” ungkap perempuan ini, Jumat (14/2) di Aula Panti Asuhan Dymphna.
Kisah Fina Asal SoE, Dari Gila Kambing dan Suka Tidak Berpakaian, Kini Jadi Penjaga Warung Panti Asuhan di Maumere
Sejumlah ODGJ menunjukkan kemampuan bernyanyi di depan wartawan
Kepada para wartawan yang hari itu mengunjungi Panti Asuhan Dymphna, Fina tanpa malu-malu melukiskan penderitaannya. Dia mengalami sebuah kondisi stress yang sangat berat. Ketika dibawa ke panti asuhan pada Agustus 2019 lalu, dia dalam keadaan tidak sadar.
“Waktu dibawa ke sini, saya tidak sadar. Setelah sadar saya juga kaget sudah berada di sini. Rambut saya yang panjang sudah digunting,” cerita dia.
Dion Ngeta, salah seorang Pengurus Panti Asuhan Dymphna menceritakan awalnya Fina merantau ke Kupang. Setelah itu dia berpindah ke Ende. Di tempat ini, dia berkenalan dengan seorang laki-laki, yang kemudian pada akhirnya memicu terjadinya goncangan jiwa.
Dari Ende, Fina berpindah ke Maumere. Dia pernah bekerja pada sebuah warung. Hingga suatu waktu penyakit mati kambingnya kumat. Dia terjatuh di warung, dan sempat membikin panik pemilik dan pengunjung warung. Oleh beberapa aparat kepolisian, dia dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, dan kemudian diantar ke Panti Dymphna.
Saat kunjungan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Fina tampak sehat. Mengenakan pakaian adat, dia duduk bergabung dengan ODGJ lainnya. Fina pun ikut menyumbangkan lagu bersama sejumlah rekan ODGJ.
Suster Lucia, CIJ, Pemimpin Panti Asuhan Dymphna memperkenalkan Fina sebagai salah seorang penghuni panti yang sudah sembuh. Suster Lucia juga memberikan kesempatan kepada Fina menceritakan kisah hidupnya. Ada beberapa penghuni panti seperti Fina, yang meskipun sudah sembuh, mereka tetap bertahan di panti untuk membantu pengurus dan perawat yang mengasuh 124 ODGJ yang ada di panti itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini