Kenangan Hari Valentine dan Cerita Sedih Mahasiswa Unipa Penderita ODGJ

0
97
Kenangan Hari Valentine dan Cerita Sedih Mahasiswa Unipa Penderita ODGJ
Paulus Langu sedang menceritakan kisah hidupnya, Jumat (14/2), di Panti Dymphna
Maumere-SuaraSikka.com: Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari, selalu menjadi hari spesial. Tapi tidak demikian bagi Paulus Langu, yang kini adalah mahasiswa Unipa Maumere. Dia justeru mengenang tapak hidupnya dengan sedih sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Saya ingat sekali tanggal 14 Februari. Itu tanggal yang sangat bersejarah dan selalu saya kenang. Hari itu awalnya saya dijemput Suster Lucia, masuk ke panti ini dengan gangguan jiwa. Dan syukur kepada Tuhan, saya sudah sembuh kembali,” kenang Paul.
Pemuda asal Kabupaten Nagekeo itu menceritakan dengan gamblang kehidupannya yang getir kepada sejumlah wartawan, Jumat (14/2), di Aula Panti Dymphna. Para wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), hari itu menyambangi Panti Asuhan Dymphna di Maumere dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional Tahun 2020 dan HUT ke-4 AWAS.
Waktu itu, dua tahun yang lalu, ceritanya, Suster Lucia, CIJ, Pemimpin Panti Dymphna bersama seorang suster dan perawat mendatangi rumahnya di Nagekeo. Para pengurus panti ini berencana membawanya ke Maumere, untuk proses penyembuhan. Jadilah keesokan harinya Paul dibawa ke Panti Dymphna.
Dalam perjalanan ke Maumere, Paul yang ODGJ ini, sering mabok dan muntah-muntah. Saat mobil berhenti untuk menenangkan dirinya, justeru Paul kabur dari mobil, dan berlari menuju bukit. Namun pengurus panti berhasil mengejarnya, dan membawa kembali ke mobil. Di Panti Dymphna, pengurus panti menginapkan sementara Paul di ruang isolasi.
Melalui proses penyembuhan di Panti Dymphna, Paul akhirnya pelan-pelan berangsur sehat kembali. Suster Lucia memastikan Paul sudah sembuh total dan bisa beraktifitas sebagaimana manusia normal.
“Saya bersyukur sekali mendapatkan penanganan di tempat ini. Saya sudah sembuh. Terima kasih Suster dan para perawat. Tuhan sudah sembuhkan saya,” ungkap dia.
Kini Paul tengah melanjutkan studinya di Unipa Maumere dengan biaya dari Yayasan Bina Daya Santo Vincentius, yang juga dipimpin Suster Lucia. Paul memilih Fakultas Psikologi, dan sementara berada di Semester 2. Dia memiliki ambisi yang kuat untuk menyelesaikan studinya.
Setelah sembuh dan kini sementara kuliah, Paul masih bertahan tinggal di Panti Dymphna. Dia mengaku akan mengabdikan dirinya secara total kepada panti asuhan yang sudah mengubah kehidupannya.
Terhadap kisah tragis yang pernah dia alami, Paul sama sekali tidak merasa canggung. Buat dia, setiap orang memiliki catatan masa lalu, dan apapun bentuknya patut disyukuri. Dia justeru mengajak orang lain untuk melihat masa lalu dari sisi positip, dalam rangka menggapai masa depan yang lebih baik.
Sudah ratusan ODGJ yang ditangani Panti Dymphna. Setidaknya tercatat 293 orang yang telah mengalami kesembuhan. Ada yang sudah kembali ke rumah tinggal sendiri, ada yang seperti Paul, memilih bekerja di panti.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini