Go-Pay Masuk Dunia Pendidikan, AHP Minta Mendikbud Jelaskan ke Publik

0
103
Go-Pay Masuk Dunia Pendidikan, AHP Minta Mendikbud Jelaskan ke Publik
Andreas Hugo Pareira
Jakarta-SuaraSikka.com: Layanan Go-Pay kini masuk dalam dunia pendidikan. Kebijakan ini bisa berdampak debatebel yang meluas. Politisi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira (AHP) memberikan dukungan atas kebijakan ini, sambil meminta Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan kepada publik.
Anggota Komisi X DPR RI ini mengatakan ketika Presiden Jokowi menunjuk Nadiem sebagai Mendikbud, banyak kalangan terkejut. Karena baru kali ini Mendikbud bukan dari kalangan akademisi. Nadiem muncul dari kalangan bisnis inovator digital atau startup yang sukses.
Nadiem lebih dikenal sebagai founder dan CEO Gojek dengan berbagai macam layanan online, mulai dari Go-Food, Go-Send Go-Clean, Go-Message dan lain sebagainya. Penunjukkan Nadiem kemudian juga diikuti dengan berbagai macam meme di media sosial, bahwa bisnis startup akan masuk dalam dunia pendidikan.
Salah satunya adalah layanan Go-Pay yang akan menjadi alat transaksi dalam dunia pendidikan. Meme tersebut kemudian menjadi kenyataan.
“Lantas, apakah ini salah?
Masuknya bisnis startup dalam sistem transaksi di dunia pendidikan, seharusnya dilihat secara netral, bahwa Go-Pay atau jenis transaksi online yang lainnya hanyalah alat bantu untuk memudahkan lalulintas transaksi agar lebih cepat, lebih mudah, transparan dan akuntabel. Tentu ini yang diharapkan terjadi, karena selama ini faktor kebocoran-kebocoran yang terjadi di dalam arus pembayaran dan belanja di dunia pendidikan diduga cukup besar,” ungkap AHP kepada media ini, Selasa (17/2).
Ke depan, kata politisi asal Kabupaten Sikka ini, transaksi belanja kebutuhan sekolah dengan dana BOS misalnya, bukan tidak mungkin bisa dilakukan secara online. Dengan demikian sekolah tidak harus menerima BOS dalam bentuk fresh money, tetapi bisa langsung menerima dalam bentuk barang sesuai kebutuhan dari dana yang direncanakan melalui penggunaan BOS.
“Persoalannya, apakah ini tidak menjadi conflict of interest dari Menteri yang nota bene adalah pemegang saham bisnis online tersebut? Saya kira pada aspek ini Mas Nadiem perlu menjelaskan kepada publik agar tidak menjadi isu dan polemik,” ujarnya memberikan dukungan kepada Mendikbud.
Sebagaimana diketahui, Go-Pay atau yang sebelumnya disebut sebagai Go-Wallet adalah dompet virtual untuk menyimpan Go-Jek Credit yang bisa digunakan untuk membayar transaksi-transaksi yang berkaitan dengan layanan di dalam aplikasi Go-Jek.
Ada berbagai produk dan fitur Go-Pay seperti Go-Pulsa yang didukung berbagai pilihan operator di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, XL, 3, Axis, Smartfren. Kebutuhan isi pulsa dan internet dapat selalu terpenuhi lewat Go-Pulsa, pembayaran bisa langsung dilakukan dengan menggunakan saldo Go-Pay.
Go-Pay juga memperkenalkan Go-Bills, satu layanan untuk bayar listrik, beli token listrik hingga BPJS. Pembayaran langsung menggunakan saldo Go-Pay. Pembayaran tagihan menjadi lebih cepat, cukup dari satu aplikasi.
Kemudahan lain, saldo Go-Pay dapat ditransfer kepada pengguna Go-Pay lainnya secara langsung dan tanpa biaya. Saldo Go-Pay bisa juga ditarik tunai melalui rekening bank.
Untuk penggunaan pembayaran semua layanan yang ada di aplikasi Go-Jek, perlu memastikan bahwa saldo di dalam Go-Pay Go-Jek mencukupi untuk melakukan pembayaran. Jika saldo tidak mencukupi, Go-Jek menyediakan layanan pembayaran parsial, di mana bisa membayar dengan saldo Go-Pay, lalu sisanya bisa dibayarkan dengan uang tunai.
Saat ini Go-Pay sudah terintegrasi dengan bank-bank besar di Indonesia demi kemudahan melakukan isi saldo ke dalam Go-Pay. Beberapa bank besar yang menjadi mitra Go-Jek dalam layanan Go-Pay adalah BCA, Bank Mandiri, Bank BRI, BNI, Permata Bank, CIMB Niaga, serta pengisian saldo via ATM Bersama dan Prima.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini