BPN Pastikan Dulu Status Sejumlah Tanah di Waduk Napunggete yang Belum Terima Ganti Rugi

0
29
BPN Pastikan Dulu Status Sejumlah Tanah di Waduk Napunggete yang Belum Terima Ganti Rugi
Suasana peninjauan beberapa lokasi tanah di Waduk Napunggete Kecamatan Waiblama, Selasa (17/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah pemilik tanah di lokasi Waduk Napunggete di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka dikabarkan belum menerima ganti rugi. Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sikka terlebih dahulu akan memastikan status kepemilikan tanah tersebut.
Yang belum menerima ganti rugi yakni satu bidang tanah milik Theresia Legur, dan beberapa tanah yang di atasnya berdiri bangunan seperti Sekolah Dasar Inpres Enakter, Posyandu Enakter, dan Kapela Ilin Medo
Tanah milik Theresia Legur berada di lokasi pembangunan Waduk Napunggete. Areal ini tidak dibayarkan hingga saat ini, karena masih diduga tanah tersebut milik negara.

BPN Pastikan Dulu Status Sejumlah Tanah di Waduk Napunggete yang Belum Terima Ganti Rugi

Untuk memastikan status kepemilikan tanah tersebut, Kepala BPN Sikka F.V Pareira langsung turun ke lokasi, Selasa (17/3). Ikut dalam kegiatan pemantauan lokasi adalah Kapolres Sikka AKBP Sajimin, Kajari Sikka Azman Tanjung, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Sikka Fransiskus Herpianus.
Hadir juga Kepala Desa Werang, serta Mulyadi selaku perwakilan dari PT Nindya Karya, dan sejumlah perwira polisi seperti Kasat Reskrim Polres Sikka dan Kapolsek Waigete.
Sebelum melakukan peninjauan lokasi, Kepala BPN Sikka menggelar pertemuan di Kantor PT Nindya Karya. Pertemuan singkat ini untuk mendapatkan masukan berupa langkah-langkah penyelesaian.

BPN Pastikan Dulu Status Sejumlah Tanah di Waduk Napunggete yang Belum Terima Ganti Rugi

Kapolres Sikka menyampaikan kepada BPN Sikka agar terlebih dahulu mencari tahu status tanah milik Theresia Legur. Dengan demikkan tidak muncul persoalan baru di kemudian hari.
Beberapa bangunan seperti SD Inpres Enakter, Kapela Ilin Medo dan Posyandu Enakter, saran Kapolres Sikka, harus dibicarakan terlebih dahulu apakah bangunan diganti dengan bangunan, ataukah diberikan ganti rugi berupa uang.
Tidak jauh berbeda, Kajari Maumere juga berpandangan sama. Dia meminta BPN Sikka mencari tahu kejelasan status tanah Theresia Legur. Maksud dia, agar ganti rugi yang nanti dibayarkan, benar-benar tepat sasaran.
Terkait bangunan gedung sekolah, kapela dan posyandu, Kajari Maumere menyarankan BPN Sikka menyiapkan lahan baru untuk relokasi. Sebelum relokasi, dia berharap, terlebih dahulu diawali kesepakatan bersama masyarakat.
Usai pertemuan singkat, sejumlah pejabat ini langsung turun ke lokasi tanah Theresia Legur. Di lokasi itu, Tim bertemu Bernadus Nuho, yang adalah suami Theresia Legur. Kepada Tim, Bernadus Nuno menjelaskan bahwa selama ini lokasi tersebut dikuasai sendiri istrinya, tanpa ada klaim dari pihak manapun.
Kepala BPN Sikka akan menyampaikan hasil peninjauan kepada BPN di Jakarta, beserta usul saran yang disampaikan Kapolres Sikka dan Kajari Maumere. Rencananya, pihaknya akan menggelar lagi pertemuan berikut untuk menentukan status kepemilikan lokasi tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini