Gerindra Dorong Penegak Hukum Telusuri Praktik Ijon Proyek di Sikka

0
24
Gerindra Dorong Penegak Hukum Telusuri Praktik Ijon Proyek di Sikka
Inspeksi mendadak Bupati Sikka pada Proyek Pembangunan Puskesmas Waigete pada awal Januari lalu
Maumere-SuaraSikka: Bagi-bagi jatah proyek di Kabupaten Sikka sudah menjadi rumor yang hangat di tengah masyarakat. Menyikapi ini, Fraksi Gerindra mendorong aparat penegak hukum menelusuri dugaan terjadinya praktik ijon.
Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu, Rabu (18/3). Dia menyampaikan itu di depan paripurna DPRD Sikka, dalam agenda pemandangan umum fraksi atas LKPJ Akhir Bupati Sikka TA 2019.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu mengaku mengetahui dugaan praktik ijon proyek di Kabupaten Sikka setelah mengikuti diskusi publik di berbagai media.
“Kami mengikuti diskusi publik yang berkembang di berbagai media, di mana ada tokoh-tokoh yang menengarai adanya prsltik ijon dalam pelaksanaan proyek-proyek besar di Kabupaten Sikka. Maka baiklah pada kesempatan ini, Fraksi Gerindra nuga meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menelusuri berbagai dugaanyang sudah menjadi rumor hangat di tengah masyarakat,” ungkap Sufriyance Merison Botu.
Wakil rakyat 2 periode itu tidak menyebutkan secara jelas siapa tokoh-tokoh yang dia maksudkan. Juga tidak ada penjelasan terkait proyek-proyek besar mana saja yang diduga merupakan hasil dari praktik ijon.
Sebelumnya, Koordinator TPDI Petrus Selestinus pada awal Januari lalu pernah menyentil inspeksi mendadak Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pada proyek Pembangunan Rawat Inap Waigete, hanyalah sebuah sandiwara untuk menutup-nutupi ijonisasi proyek-proyek besar di Kabupaten Sikka.
Pengacara ini menegaskan rendahnya mutu bangunan gedung pemerintah di daerah di setiap kabupaten/kota yang dikerjakan kontraktor pemenang tender atau karena penunjukan langsung, lebih disebabkan soal mental kontraktor yang ingin mendapatkan keuntungan besar dengan menghalalkan segala cara.
Atau karena faktor karakter serakah penentu kebijakan di daerah, di mana keuntungan yang seharusnya didapat kontraktor disunat terlebih dahulu sebagai dana wajib setor setiap kontraktor yang menjadi kroninya.
Dia menduga kualitas pekerjaan rendah merupakan contoh nyata dari sekian banyak proyek yang dikerjakan kontraktor nakal dan serakah yang hanya ingin mendapat keuntungan besar
Selain itu, duganya, kontraktor kehilangan keuntungan yang diharapkan dari proyek yang dikerjakan, akibat praktik ijonisasi, di mana kontraktor harus menyetorkan upeti terlebih dahulu untuk bisa memenangkan tender.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini