Dua Eks Penumpang Lambelu Pertanyakan Lamanya Masa Karantina

0
94
Dua Eks Penumpang Lambelu Pertanyakan Lamanya Masa Karantina
Warga karantina mengeluh ke petugas kesehatan, Sabtu (2/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Dua orang eks penumpang KM Lambelu yang sedang menjalani masa karantina di Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Sikka mulai mempersoalkan lamanya masa karantina.

Wilfridus Teka dan Yansenus Nona mempertanyakan ini usai melaksanakan rapid test ketiga, Sabtu (2/5). Mereka sudah mulai jenuh dengan ketidakjelasan menjalani masa karantina selama 25 hari.

“Kami mau tanya saja, kapan kami selesai masa karantina. Kami sudah lebih dari 14 hari. Sudah 2 kali rapid test non reaktif, sekarang rapid test ketiga. Lalu kami harus berapa lama lagi karantina,” tanya eks penumpang KM Lambelu ini kepada petugas kesehatan.

Seorang petugas kesehatan dari Satgas Covid Sikka menjelaskan tidak punya kewenangan menjawab pertanyaan tersebut. Dia berjanji meneruskan pertanyaan ini ke pihak yang berwenang.

Wilfridus Teka, 21 tahun, laki-laki ini berasal dari Desa Nenbura Kecamatan Doreng. Dia tiba di Maumere 7 April 2020 dengan KM Lambelu. Sejak saat itu, bersama 178 penumpang Lambelu lainnya, dia menjalani karantina di Gedung SCC.

Ketika warga karantina kembali ke rumah masing-masing pada 24 April 2020, Wilfridus Teka dan 7 eks penumpang dari Kecamatan Doreng, belum diizinkan pulang oleh camat dan kepala desa, sampai dengan hari ini.

Sementara itu Yansenus Nona, 24 tahun, berasal dari Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang. Mahasiswa STIK GIA Makasar ini menjalani karantina terpusat di Gedung SCC.

Saat dipulangkan ke rumah masing-masing pada 24 April 2020, Yansenus Nona juga kembali ke kampungnya. Hanya beberapa hari karantina mandiri di rumahnya, Kamis (30/4), dia kembali lokasi karantina terpusat. Alasannya karena tidak ada jaringan listrik, yang mengakibatkan dia tidak bisa mengikuti kuliah online.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini