Pengetatan terhadap Sopir Ekspedisi, Ekonomi Bakal Ambruk

0
64
Pengetatan terhadap Sopir Ekspedisi, Ekonomi Bakal Ambruk
Sejumlah sopir ekspedisi di Kantor Dinas Kesehatan Sikka Jumat (22/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah kabupaten melakukan pengetatan persyaratan terhadap sopir ekspedisi. Kondisi seperti ini bakal berdampak pada ambruknya ekonomi.

Puluhan sopir ekspedisi di Kabupaten Sikka mengeluhkan kendala yang mereka alami di perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende serta perbatasan Kabupaten Sikka dam Kabupaten Flores Timur.

Mereka mengeluh karena diwajibkan menunjukkan hasil pemeriksaan rapid test yang berlaku hanya untuk 14 hari ke depan. Persoalannya, persyaratan itu diberlakukan setiap kali mereka melintasi perbatasan.

“Ini sangat berat sekali. Setiap dua minggu kami harus rapid, dengan biaya sendiri. Biaya rapid juga sangat besar. Terus terang kami tidak sanggup,” ujar sejumlah sopir ekspedisi di Kantor Dinas Kesehatan Sikka, Jumat (22/5).

Mereka mendesak Bupati Sikka segera berkoordinasi dengan Bupati Ende dan Bupati Flotim agar tidak ada terhadap kendaraan ekspedisi yang kelusr dan masuk wilayah Kabupaten Sikka.

“Kami ini bawa logistik untuk kepentingan banyak orang. Tetapi kalau diperketat dengan segala macam aturan yang memberatkan, ya biar sudah, kamintidak usah jalan. Jangan salahkan kami kalau ekonomi bisa ambruk,” ungkap Petrus Paulus Sero, sopir ekspedisi Primavera.

Para sopir ini memahami situasi dan kondisi yang terjadi di tengah pandemi virus corona. Hanya buat mereka, pemberlakuan persyaratan yang diterapkan terlalu berlebihan.

“Surabaya dengan status PSBB saja tidak ada persyaratan tunjukkan hasil rapid test. Kita di Flores ini terlalu macam-macam,” ujar dia beralasan.

Para sopir ekspedisi berencana bertemu Bupati Sikka untuk menyampaikan kendala yang mereka alami. Mereka berharap pemerintah daerah setempat mencarikan jalan keluar yang terbaik.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini