Sopir Ekspedisi Kecewa, Surat Keterangan Rapid Test Masih Diberlakukan

0
46
Sopir Ekspedisi Kecewa, Surat Keterangan Rapid Test Masih Diberlakukan
Robertus Alim, seorang sopir ekspedisi sedang mengurus surat keterangan sehat di Posko Kesehatan Satgas Covid Sikka, Rabu (27/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah sopir ekspedisi mengaku kecewa karena di berbagai wilayah masih memberlakukan surat keterangan hasil rapid test. Prosedur ini terlalu menyulitkan, alalagi menyangkut biaya rapid test.

Robertus Alim, salah seorang sopir ekspedisi mengungkapkan hal ini, Rabu (27/5) di Posko Kesehatan Satgas Covid Sikka di Kantor Dinas Kesehatan Sikka. Dia sedang mengurus surat keterangan sehat karena hendak berangkat ke Ruteng Kabupaten Manggarai.

“Saya dengan kondektur harus rapid test supaya dapat surat keterangan hasil rapid test. Masalahnya di perbatasan Nagekeo dan Ngada masih berlakukan ini. Kalau tidak ada surat keterangan rapid test, kami tidak bisa lewat perbatasan,” ungkapnya kesal.

Dia meminta pemerintah daerah di semua kabupaten di Pulau Flores agar lebih luwes menjalankan prosedural kesehatan, dengan tidak membebankan atau menyulitkan para sopir ekspedisi.

“Untuk rapid test, biayanya besar sekali, Rp 400 ribu sekali rapid test. Kalau terus-terus begini, kami mau makan apa. Pemerintah harus pikirkan juga nasib kami,” tambah dia.

Pantauan media ini di Posko Kesehatan, cukup banyak sopir ekspedisi yang sedang mengurus surat keterangan sehat. Sebagian besar mereka rencananya membawa logistik untuk kepentingan masyarakat.

Berbeda dengan Robertus Alim, beberapa sopir ekspedisi tidak menyertakan dengan surat keterangan hasil rapid test. Mereka hanya mengurus surat keterangan sehat saja.

Kelengkapan persyaratan yang berbeda ini, menurut Robertus Alim karena tidak ada pemahaman yang sama pada masing-masing daerah. Dia menilai masing-masing pemerintah daerah menerapkan kebijakan sendiri-sendiri terhadap pelaku perjalanan.

Robertus Alim mengakui yang paling mudah ketika keluar masuk perbatasan Kabupaten Sikka. Alasannya karena tidak pernah ditanyakan surat keterangan sehat apalagi surat keterangan hasil raoid test. Petugas di posko perbatasan Sikka, ujarnya, hanya mendata identitas pelaku perjalanan, mengukur suhu tubuh, serta mencatat riwayat perjalanan dan riwayat kesehatan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini