Kebijakan Relokasi Pengusaha Hasil Bumi, Berlaku Tidak Lebih dari 1 Hari

0
29
Kebijakan Relokasi Pengusaha Hasil Bumi, Berlaku Tidak Lebih dari 1 Hari
Suasana transaksi jual beli hasil bumi di Toko Fajar, Kamis (18/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka menggebu-gebu menerapkan kebijakan relokasi pengusaha hasil bumi ke Pasar Wairkoja. Ternyata, berlaku tidak lebih dari 1 hari, kebijakan tersebut dianulir kembali.

Perihal relokasi pengusaha hasil bumi ini termuat dalam pertemuan pemerintah bersama 2 pengusaha hasil bumi, Selasa (16/6).

Meski sempat mendapat keberatan dari pengusaha hasil bumi, Pemkab Sikka melalui Penjabat Sekda Sikka Wihelmus Sirilus tetap memaksakan pelaksanaan kebijakan dimulai Kamis (18/6).

Kebijakan relokasi pengusaha hasil bumi akhirnya mulai diberlakukan sejak Kamis (18/6). Selain pengusaha hasil bumi, pedagang ikan dan sayur-mayur juga direlokasi ke Pasar Wairkoja.

Untuk menguatkan kebijakan tersebut, pemerintah melakukan rekayasa lalulintas. Angkutan pedesaan dan pikup pengangkut manusia dan barang tidak diizinkan melintas Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka di wilayah Kewapante.

Dua pengusaha hasil bumi, Toko Fajar dan Toko Fajar Timur menolak dipindahkan dengan alasan pemerintah belum menyiapkan fasilitas yang layak dan aman. Mereka tetap beraktifitas seperti biasa.

Namun belum beberapa jam penerapan kebijakan, muncul lagi kebijakan baru. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menarik kembali kebijakan relokasi pengusaha hasil bumi ke Pasar Wairkoja.

Secara lisan, di hadapan Sherly Lomi, pemilik Toko Fajar, Bupati Sikka mengizinkan transaksi jual beli hasil bumi di toko, sebagaimana yang dijalankan selama ini.

Ihwal penarikan kembali kebijakan relokasi itu disampaikan setelah sebelumnya Sherly Lomi “menyemprot” Bupati Sikka yang hari itu mendtangi Toko Fajar untuk melihat langsung transkasi jual beli hasil bumi di tempat itu.

Sebelumnya Hendrik Lomi, pemilik Toko Fajar Timur, mengingatkan Pemkab Sikka agar melakukan kajian dan analisa yang terukur sebelum menetapkan sebuah kebijakan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini