Kampung Tangguh Nusantara, Gagasan Kreatif Polres Sikka

0
62
Kampung Tangguh Nusantara, Gagasan Kreatif Polres Sikka
Pengguntingan pita sebagai simbol pengresmian kampung tangguh di Nangalimang, Rabu (15/7) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Polres Sikka menetapkan 4 wilayah di Kabupaten Sikka sebagai Kampung Tangguh Nusantara (Tulada Rani). Ini merupakan gagasan kreatif di tengah pandemi virus corona.

Empat kampung tangguh itu masing-masing berada di wilayah hukum Polsek Alok, Polsek Nita, Polsek Lela, dan Polsek Waigete.

Disebut sebagai kampung tangguh, karena wilayah-wilayah tersebut dalam konsepnya disiapkan sebagai kampung yang memiliki ketangguhan dalam menghadapi pandemi virus corona.

Kampung Tangguh Nusantara, Gagasan Kreatif Polres Sikka
Kapolres Sikka AKBP Sajimin

Pada Rabu (15/7) pagi tadi diresmikan salah satu kampung tangguh di wilayah Polsek Alok, tepatnya di RT/RW 17/006 dan RT/RW 18/006 Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok.

Di tempat ini, warga masyarakat sekitar meningkatkan pemberdayaan ekonomi di tengah pandemi virus corona melalui aktifitas tenun ikat.

Pengresmian oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Hadir pada saat itu Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Dandim Sikka Letkol Inf M. Zulnalendra Utama, dan tuan rumah Kapolres Sikka AKBP Sajimin.

Tampak hadir juga Paolus Nong Susar, mantan Wakil Bupati Sikka, yang adalah warga Nangalimang. Hadir juga Camat Alok Edmon Bura, dan Lurah Nangalimang Aloysius Pareira.

Kapolres Sikka Sajimin dalam kesempatan itu mengatakan gagasan kampung tangguh awalnya diinisiatifi Polda Jatim. Polres Sikka kemudian ikut menerapkan gagasan ini.

“Untuk di sini, Polres Sikka membuat 4 kampung tangguh covid-19. Maksudnya agar masyarakat tetap beraktifitas, produktif, berkarya, berkreasi dan tidak pasrah pada keadaan,” ujarnya.

Empat kampung tangguh ini dengan segmen dan basis yang berbeda-beda, sesuai kreatifitas masyarakat dan kesiapan lingkungan setempat.

Di wilayah Polsek Alok dan Polsek Waigete dengan sektor pemberdayaan ekonomi, lalu Polsek Nita pemberdayaan kelompok tani dan lahan kosong, dan di Polsek Lela pada sektor pemberdayaan tanaman holtikultura.

Acara pengresmian kampung tangguh diatur berdasarkan standar protokoler kesehatan. Semua yang hadir wajib mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini