Ini Alasan Gerardus Gili Seret Ihsan Wahab ke Polisi

0
25
Ini Alasan Gerardus Gili Seret Ihsan Wahab ke Polisi
Gerardus Gili bersama istri didampingi Ketua Forkoma Sikka Viktor Nekur di Polres Sikka, Senin (20/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Gerardus Gili, ayah dari Yohanes San Salvador Lado Gili menyeret Mohammad Ihsan Wahab ke Polres Sikka. Setidaknya ada 2 alasan kuat untuk urusan proses hukum ini.

Pertama, Gerardus Gili sebagai orang tua kandung tidak pernah tahu anaknya pindah agama dari sebelumnya Katolik, kemudian berubah menjadi Islam.

Kedua, pergantian nama dari Yohanes San Salvador Lado Gili menjadi Muhammad Ihsan Hidayat, merupakan bentuk manipulatif dan pengingkaran terhadap keluarga dan leluhur.

Gerardus Gili menegaskan sebagai seorang penuntun dalam proses pindah agama, sudah menjadi kewajiban Ihsan Wahab mengklarifikasi orang tua tentang niat San pindah agama.

“Dia sama sekali tidak pernah klarifikasi kepada kami. Seharusnya kan dia bertemu saya, beri tahu San mau pindah agama, sehingga dia tahu bagaimana tanggapan kami,” tegas Gerardus Gili di Polres Sikka, Senin (20/7).

Gerardus Gili mengakui bahwa anaknya San pernah menyampaikan niat masuk Islam. Namun sebagai orang tua, dia menolak dengan keras niat itu, dan tidak pernah memberikan persetujuan.

Gerardus Gili mengatakan nama Yohanes San Salvador Lado Gili yang diberikan kepada anaknya, sarat dengan makna. Pada nama itu ada unsur-unsur leluhur yang menjadi bagian dari tata adat dan budaya.

Setelah resmi menjadi Islam, nama San diubah dengan Mohammad Ihsan Hidayat. Bagi Gerardus Gili, pemberian nama tersebut, yang tentu saja ada campur tangan Ihsan Wahab sebagai penuntun, merupakan praktik-praktik yang mengangkangi adat budaya keluarganya.

Gerardus Gili. mendatangi Polres Sikka, Senin (20/7), didampingi istri dan sejumlah anggota Forkoma Sikka. Dia melaporkan Ihsan Wahab dan dua orang saksi yang diduga kuat terlibat aktif pada proses pindah agama anaknya.

Sebagaimana diberitakan, San, mahasiswa IKIP Muhammadiyah, akhirnya resmi menjadi mualaf pada 22 Juni 2020. Beredar sebuah Akta Masuk Islam yang dikeluarkan Masjid Darussalam Waioti Maumere. Namanya berubah menjadi Muhamad Ihsan Hidayat. Seluruh proses ini tidak diketahui orangtuanya.

Gerardus Gili mengatakan proses pindah agama anaknya berlangsung sesat, tercela dan tidak sah. Menurut dia, ada keterlibatan oknum-oknum dalam tindakan memurtadkan anaknya melalui proses yang tersembunyi dan tertutup.

Sementara itu San, pemuda berusia 19 tahun ini sulit dihubungi media ini. Sejak kasus ini merebak, Gerardus Gili mengakunya anaknya sudah tidak tingggal lagi bersama dia.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini