Tukang dan Buruh Puskesmas Bola Adukan Kontraktor Pelaksana ke DPRD Sikka

0
8
Tukang dan Buruh Puskesmas Bola Adukan Kontraktor Pelaksana ke DPRD Sikka
Tukang dan buruh bertemu Ketua DPRD Sikka, Selasa (28/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah tukang dan buruh pekerja Pembangunan Puskesmas Bola mengadukan nasib mereka ke DPRD Sikka.

Mereka mendatangi Kantor DPRD Sikka, Selasa (28/7), dan bertemu Ketua DPRD Sikka Donatus David. Pertemuan di ruang kerja Ketua DPRD Sikka itu berlangsung kurang lebih 1 jam.

Kepada Donatus David, para tukang dan buruh ini menyampaikan keluhan mereka terkait upah kerja yang belum dibayarkan CV Cipta Konstruksi Indah, kontraktor pelaksana proyek ini.

Hendrikus Hermus mewakili tukang dan buruh menyebutkan upah tukang dan buruh yang belum dibayarkan sekitar Rp 500 juta. Mendengar angka itu, Donatus David sempat terkejut.

Tukang dan Buruh Puskesmas Bola Adukan Kontraktor Pelaksana ke DPRD Sikka“Kami kurang lebih 40-an orang, ada tukang, ada buruh. Upah yang belum dibayar sangat variatif. Kalau diakumulasi kurang lebih Rp 500 juta,” jelas Hendrikus Hermus.

Untuk mendapatkan informasi yang utuh, Donatus David meminta Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan Lodovikus Lotak mengontak Kepala Dinas Kesehatan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur CV Cipta Konstruksi Indah Dominikus Dere Kilok. Namun saat itu semua pihak ini sulit dihubungi melalui telepon selular.

Karena para pihak berhalangan, Donatus David berencana mengagendakan pertemuan secara resmi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait.

Dia pun mencatat nomor kontak tukang dan buruh untuk memudahkan komunikasi selanjutnya.

Donatus David kecewa karena baru mengetahui masalah ini. Jika saja dia tahu sebelum pengresmian Puskesmas Bola pada 12 Juni 2020 lalu, dia yakin akan menyentilnya saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nasib miris dialami 40-an tukang dan buruh pekerja Puskesmas Bola. Upah mereka kurang lebih Rp 500 juta belum dibayar, sementara kontraktor pelaksananya sudah “kabur”.

Para buruh ini kehilangan komunikasi langsung dengan pihak yang berwenang pada CV Cipta Konstruksi Indah selaku kontraktor pelaksana, sejak pengresmian bangunan ini pada 12 Juni 2020 lalu.

Alhasil, mereka hanya bisa kontak via telepon selular dengan seseorang yang bernama Dominikus Dere Kilok. Itu pun jawabannya selalu sama saja, hanya janji dan meminta para tukang dan buruh bersabar.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini