305 Pengungsi Gunung Rokatenda “Serobot” Tanah di Ende

0
130
305 Pengungsi Gunung Rokatenda
Penjabat Sekda Sikka Wihelmus Sirilus menerima kunjungan Asisten Pemerintahan Setda Ende Abaraham Badu, Selasa (25/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 305 warga Kabupaten Sikka dari 99 kepala keluarga, dikabarkan “menyerobot” tanah di wilayah Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Mereka adalah pengungsi dari Kecamatan Palue menyusul meletusnya Gunung Rokatenda 7 tahun silam.

Para pengungsi ini melakukan evakuasi secara mandiri. Mereka mendiami tanah-tanah kosong di Maurole. Ada tanah milik pemerintah daerah setempat, dan ada juga tanah ulayat.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pemkab Ende kemudian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemkab Sikka.

Asisten Pemerintahan Setda Ende Abraham Badu didampingi Camat Maurole Lenon Francis dan Kabag Tatapem Setda Ende Amsy Deghu, Selasa (25/8), menemui Penjabat Sekda Sikka Wilhelmus Sirilus di Kantor Bupati Sikka di Jalan Eltari.

Kepada media ini, Abraham Badu mengatakan Pemkab Ende prihatin dengan kondisi yang terjadi di Maurole. Bupati Ende memintanya melakukan koordinasi untuk mencarikan solusi penanganan.

Camat Maurole Lenon Francis menjelaskan ratusan pengungsi asal Kecamatan Palue ini membangun rumah-rumah di atas tanah pemerintah dan tanah ulayat. Kondisi ini, kata dia, perlu disikapi secara baik oleh pemerintahan dua kabupaten, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penjabat Sekda Sikka Wihelmus Sirilus menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Ende untuk terlebih dahulu melakukan koordinasi dalam rangka mendapatkan solusi yang baik.

Dia akan menyampaikan situasi ini kepada Bupati Sikka, sehingga mendapatkan pola penanganan kepada para pengungsi Gunung Rokatenda yang sudah 7 tahun mendiami tanah pemerintah dan tanah ulayat.

Catatan media ini, Gunung Rokatenda meletus pada 10 Agustus 2013. Ribuan warga Kecamatan Palue kemudian dievakuasi ke Maumere.

Ada juga warga Kecamatan Palue yang evakuasi mandiri, kemungkinan termasuk 305 orang ini.

Dalam perkembangannya, pemerintah daerah setempat membangun 150 unit rumah di Desa Kojadoi Kecamatan Alok Timur untuk ditempati para pengungsi. Rumah-rumah pengungsi ini terkesan mubazir karena tidak difungsikan sesuai peruntukan.

Wilayah Kecamatan Maurole di Kabupaten Ende letaknya di pantai utara. Tempat ini menjadi salah satu alternatif untuk keluar masuk dari dan ke Pulau Palue.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini