Bantah Fakta Lapangan, WTM Nilai Dinas Ketahanan Pangan Aneh

0
231
Bantah Fakta Lapangan, WTM Nilai Dinas Ketahanan Pangan Aneh
Direktur Wahana Tani Mandiri Carolus Winfridus Keupung (kiri) sedang diskusi penanggulangan bencana beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Direktur Wahana Tani Mandiri Carolus Winfridus Keupung menilai ada keanehan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka yang membantah fakta di lapangan terkait kasus makan ubi hutan beracun.

Dia menegaskan bahwa kasus 27 kepala keluarga di Dusun Ladobewa Desa Done Kecamatan Magepanda merupakan fakta lapangan yang tidak bisa ditipu, dipelintir, dan dimanipulasi.

“Petani di RT 9 dan RT 10 yang paling banyak mengalami rawan pangan atau ketidaktahanan pangan adalah petani lahan kering yang mengalami gagal panen diakibatkan kekeringan dan serangan babi hutan,” ungkap dia.

Lebih dari itu, katanya, sejak 20 Desember 2019, Kepala Dinas Ketahanan Pangan telah menganalisa tingkat kerawanan pangan berdasarkan indikator Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG). Dalam analisa Kadis Ketahanan Pangan, terdapat 6 kecamatan yang masuk pada kategori wadpada yaitu Magepanda, Nita, Bola, Doreng, Mapitara, dan Nele.

“Pertanyaannya adalah mengapa Dinas Ketahanan Pangan membantah kondisi fakta lapangan yang terjadi saat ini, padahal sudah diprediksi sebelumnya,” tanya Winfridus Keupung.

Pegiat kebencanaan ini menambahkan fakta masyarakat konsumsi ubi hutan beracun, harus disikapi secara bijak. Dia mengingatkan agar tidak perlu mengambinghitamkan orang lain.

“Yang penting adalah bagaimana kita membangun rasa keberpihakan kita terhadap orang miskin dan mengalami kondisi keterbatasan pangan. Bukan malah menyalahkan masyarakat yang konsumsi ubi hutan dan mencari pembenaran tentang ubi hutan,” kritik Ketua Forum Peduli Bencana Kabupaten Sikka ini.

Sebagaimana diberitakan media ini, warga dua dusun di Desa Done terpaksa mengonsumsi ubi hutan akibat mengalami gagal panen. Kondisi ini terjadi karena bencana kekeringan yang melanda daerah tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini