Kasus Makan Ubi Hutan, WTM Anjurkan Pemerintah Pikirkan Langkah Antisipatif

0
173
Kasus Makan Ubi Hutan, WTM Anjurkan Pemerintah Pikirkan Langkah Antisipatif
Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung

Maumere-SuaraSikka.com: Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung menganjurkan pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipasi atas kasus makan ubi hutan di Dusun Ladobewa Desa Done Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka.

Carolus Winfridus Keupung menegaskan bahwa kasus makan ubi hutan merupakan fakta lapangan. Manajemen WTM sempat turun ke lokasi dan menyalurkan bantuan bagi 27 kepala keluarga yang konsumsi ubi hutan akibat gagal panen.

Karena itu dia merasa aneh ketika pemerintah melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hengki Sali, justeru membantahnya.

“Makan ubi hutan adalah fakta lapangan yang tidak bisa ditipu, dipelintir, atau dimanipulasi. Fakta ini harus disikapi secara bijak. Tidak perlu kambinghitamkan orang lain,” tegas Winfridus Keupung.

Melihat kondisi yang terjadi di Dusun Ladobewa, WTM berpendapat seharusnya pemerintah daerah setempat memikirkan langkah-langkah antisipasi terhadap warga yang sudah perlahan-lahan mengalami kekurangan pangan akibat gagal panen.

WTM juga mengusulkan Dinas Ketahanan Pangan perlu melakukan pemantauan yang jelas kepada semua petani di Kabupatem Sikka.

“Harus lakukan survei rumah tangga, dan memberikan informasi yang benar, jangan cuma asal bapal senang,” kritik dia.

Usulan lain yakni pemerintah daerah setempat harus membenahi sistim penanggilangan bencana dengan mengedepankan kesiapsiagaan yang tinggi untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan.

“Pemerintah perlu mengembangkan program yang berorientasi untuk membangun ketahanan dan kedaulatan pangan masyarakat petani di daerah ini,” usul Winfridus Keupung.

Sebagaimana diberitakan media ini, warga dua dusun di Desa Done terpaksa mengonsumsi ubi hutan akibat mengalami gagal panen. Kondisi ini terjadi karena bencana kekeringan yang melanda daerah tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini