Target PAD Sikka Rp 100 Miliar Lebih, Nasdem Sebut Tidak Sesuai RPJMD

0
87
Nasdem Inisiasi Batalkan Anggaran Analisis Jabatan
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yoseph Nong Soni

Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2021 sebesar Rp 100.861.949.152. Fraksi Partai Nasdem menyebut target tersebut tidak sesuai RPJMD Sikka 2018-2023.

Seturut dokumen RPJMD, Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yoseph Nong Soni mengatakan seharusnya target PAD tahun 2021 sebesar Rp 128.556.384.000.

“Berkurang Rp 27.694.434.848 atau sebesar 21,54 persen,” ketus Yoseph Nong Soni melalui pemandangan umum fraksi atas Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD 2021, Kamis (19/11) malam.

Ironinya, tambah dia, terhadap semua komponen PAD, tidak ada satu pun yang sesuai target pada dokumen RPJMD. Padahal, katanya, khusus untuk PAD, dengan mengacu pada SIPD, tidak mengalami perubahan sama sekali.

“Untuk itu Fraksi meminta penjelasan pemerintah terhadap ketidaksesuaian target yang direncanakan dalam RAPBD 2021 dengan RPJMD 2018-2023,” papar politisi asal Kecamatan Kewapante ini.

Secara umum, Fraksi Partai Nasdem juga mengritisi pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp 889.922.109.000.

Target pendapatan daerah, kata Yoseph Nong Soni, berkurang sebesar Rp 532.265.140.899 atau setara 37,42 persen dari target pendapatan daerah untuk tahun 2021 sebagaimana tertuang dalam RPJMD Sikka.

Yoseph Nong Soni menambahkan Fraksi Partai Nasdem memahami bahwa total pendapatan daerah yang direncanakan belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID).

Kendati demikian, lanjut dia, Fraksi Partai Nasdem berkeyakinan bahwa pemerintah akan mengupayakan total pendapatan daerah mendekati target sesuai RPJMD Sikka.

Sebelumnya, dalam Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD 2021, Rabu (18/11) malam, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memaparkan rancangan pendapatan daerah dan belanja daerah.

Pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 889.922.100.000. Sementara belanja daerah direncanakan sebesar Rp 980.358.723.492.

Pendapatan daerah untuk tahun 2021, bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 100.861.949.152, dan pendapatan transfer sebesar Rp 789.060.159.848.

Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah, dianggarkan sebesar Rp 0. Bupati Sikka beralasan karena Pendapatan Hibah Dana BOS untuk SD negeri/swasta dan SMP negeri/swasta tahun 2021 belum ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Jauh sebelum itu, saat agenda Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) pada September lalu, Fraksi Partai Nasdem juga telah menyentil proyeksi PAD yang sudah tidak sesuai dokumen RPJMD Sikka.

Kala itu Fraksi Partai Nasdem mengusulkan Bupati Sikka segera mengajukan revisi RPJMD Sikka agar target kinerja dan capaiannya dapat terukur secara rasional.

Dalam masa sidang kali ini, Bupati Sikka telah mengajukan dokumen perubahan RPJMD Sikka, yang rencananya akan dibahas setelah penetapan APBD 2021.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini