Tim Jihandak Sterilisasi Rumah Ibadah

0
239
Tim Jihandak Sterilisasi Rumah Ibadah
Tim Jihandak sedang sterilisasi gereja, Kamis (24/12) (foto: istimewa)

 

Maumere-SuaraSikka.com: Tim Anti Teror dan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Detesemen Yonif B Pelopor Brimobda NTT Maumere melakukan sterilisasi pada sejumlah gereja di Kota Maumere Kabupaten Sikka, Kamis (24/12).

Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kriatiani dalam menjalankan ibadah memperingati Hari Raya Natal di tengah masa pandemi virus corona.

Seperti yang terlihat di Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Kalvari Maumere yang terletak di Jalan Pos dan Giro Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur.

Deteksi dan sterilisasi dilaksanakan pukul 05.00 Wita, karena ibadah pagi di gereja itu dimulai 06.00 Wita. Aipda Izak Huwaa memimpin giat jihandak, dibantu 4 orang anggota Brimob.

Tim Anti Teror dan Jihandak memeriksa semua ruangan yang ada di dalam Gereja Kalvari, juga di sekitar gereja. Bangku-bangku umat diperika dengan teliti.

Usai sterilisasi dilanjutkan dengan apel pengecekan pengamanan ibadah di Gereja GMIT Kalvari Maumere. Apel pengecekan dipimpin Kasat Narkoba Polres Sikka Iptu Mesakh Hertarie, dimaksudkan untuk memastikan kesiapan personil keamanan gabungan TNI-POLRI dan instansi terkait lainnya.

Selanjutnya dilaksanakan pengamanan serta pemantauan terhadap jalannya pelaksanaan ibadah.

Umat GMIT Kalvari melaksanakan dua kali ibadah pada pagi tadi. Ibadah pada pukul 06.00 Wita dipimpin Pendeta Paulina Koy Adu, dan ibadah pukul 08.00 Wita dipimpin Pendeta Dhyana Babys. Sekitar 450 jamaah mengikuti ibadah pagi tadi.

Jamaah mencuci tangan sebelum mengikuti ibadah di GMIT Kalvari, Kamis (24/12)

Pelaksanaan ibadah mengikuti protokol kesehatan. Jamaah yang hendak beribadah diwajibkan mengenakan masker, dan mencuci tangan pada sarana yang sudah disiapkan.

Pengecekan suhu tubuh

Sejumlah petugas gereja dan petugas keamanan mengecek suhu tubuh jamaah dengan menggunakan thermogun.

Posisi duduk jamaah di dalam gereja, diatur sedemikian sesuai prokes yakni berjarak 1-1,5 meter.

Anak-anak dan orang tua yang berumur di atas 60 tahun, tidak diperkenankan mengikuti ibadah di gereja. Mereka disarankan untuk mengikuti ibadah dari rumah masing-masing secara virtual.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini