Mekanisme Tidak Sesuai Tatib, Anggota DPRD Sikka Tolak Rencana Hibah Tanah

0
375
Mekanisme Tidak Sesuai Tatib, Anggota DPRD Sikka Tolak Rencana Hibah Tanah
Anggota Fraksi PAN Fransiskus Ropi Cinde

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah anggota DPRD Sikka menolak rencana hibah tanah pemerintah daerah. Alasannya karena mekanisme yang ditempuh tidak sesuai Tata Tertib DPRD.

Penolakan sejumlah anggota DPRD Sikka terjadi pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang II dan Laporan Kegiatan DPRD pada Masa Sidang I, Jumat (8/1). Rapat paripurna ini dihadiri juga Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Suasana rapat paripurna, Jumat (8/1)

Sikap penolakan tersebut menyusul tawaran Pimpinan Paripurna Yoseph Karmianto Eri yang meminta persetujuan DPRD Sikka atas usulan pemerintah daerah untuk hibah tanah. Tidak dijelaskan tanah mana yang mau dihibahkan, dan siapa penerima hibah.

Ketua Fraksi Partai Nasdem Alexander Agatho meminta DPRD Sikka menunda dulu persetujuan atas usulan hibah tanah. Dia beralasan usulan dari pemerintah baru pada mekanisme rapat konsultasi antara Bupati Sikka dan Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi.

“Baru di tingkat rapat konsultasi. Harus dibawa ke Badan Anggaran, dibahas dulu di situ. Jadi sebaiknya dipending saja dulu,” tegas Agatho.

Hal yang sama disampaikan Anggota Fraksi PAN Fransiskus Ropi Cinde dan Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis.

Fransiskus Ropi Cinde mengaku sama sekali tidak pernah tahu ada usulan hibah tanah. Karena itu, bagi dia, DPRD Sikka tidak boleh serta-merta menyetujui sebelum ada pembahasan sesuai regulasi.

“Mau hibah ke siapa, saya tidak pernah tahu. Lalu berapa nilai asetnya, juga saya tidak tahu. Terus mekanismenya juga belum melalui pembahasan. Jadi sebaiknya pending saja,” ujar politisi asal Kecamatan Palue itu.

Maria Angelorum Mayestatis juga mengaku belum tahu tanah mana yang akan dihibah, dan siapa penerima hibah. Karena itu dia mendesak Pimpinan DPRD setempat terlebih dahulu menggelar rapat sebelum DPRD setempat memberikan persetujuan.

Secara terpisah, anggota Fraksi Partai Gerindra Fabianus Toa mengatakan tanah yang akan dihibah yakni tanah yang terletak di belakang Mapolsek Alok. Tanah tersebut akan dihibahkan kepada Polres Sikka.

Sama seperti anggota DPRD Sikka yang lain, Fabianus Toa juga bersikap menolak persetujuan atas usulan hibah tanah.

Dia malah mempertanyakan hibah tanah kepada Polres Sikka yang rencananya untuk dibangun Rumah Sakit Bhayangkara. Sampai saat ini, kata dia, tanah tersebut belum dimanfaatkan sesuai peruntukan dan apa kendalanya juga tidak pernah diketahui.

Dari pelbagai sikap politik yang disampaikan dalam paripurna, akhirnya Pimpinan Rapat memutuskan usulan hibah tanah ditunda dulu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini