Romanus Nurak Tewas, Usai Disapu Banjir Bandang

0
423
Romanus Nurak, korban tewas banjir bandang, disemayamkan di rumah duka di Masabewa Kecamatan Paga, Minggu (17/1) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Nasib naas menimpa Romanus Nurak. Pria asal Desa Masabewa Kecamatan Paga Kabupaten Sikka ini akhirnya tewas setelah sebelumnya disapu banjir bandang, Minggu(17/1).

Puskesmas Mego (foto: istimewa)

Sebenarnya Romanus Nurak sudah berupaya menyelamatkan diri. Bahkan dia sempat berjuang hingga ke pinggir Kaliwajo. Laki-laki berusia 55 tahun ini sempat dilarikan ke Puskesmas Mego. Namun karena kondisinya sudah buruk, akhirnya dia menghembuskan napas di puskesmas.

Kepala BPBD Sikka melalui Kepala Seksi Kedaruratan Bencana Yulens Siswanto memastikan Romanus Nurak meninggal setelah sempat diseret banjir bandang. Yulens saat ini sedang berada di rumah duka di Masabewa.

Yohanes Don Bosko Moat Nurak, anak korban (foto: istimewa)

Yohanes Don Bosko Moat Nurak, anak korban, mengatakan ayahnya putus napas kurang lebih 20 menit setelah berada di Puskesmas Mego.

Dia menuturkan hujan deras menghantam Masabewa dan sekitarnya sejak pukul 12.00 Wita. Sekitar pukul 16.30 Wita, korban hendak memindahkan sapi yang ditambat di seberang Kaliwajo.

Korban menyeret sapi hingga ke tengah sungai. Tiba-tiba mendadak datang banjir bandang dengan intensitas air yang sangat kencang.

Dalam keadaan panik, korban berupaya menyelamatkan diri. Namun banjir bandang menyeret korban.

“Bapa sempat berjuang untuk bisa selamat. Dia berhasil sampai ke pinggir sungai. Lalu warga sekitar yang lihat langsung membawa ke Puskesmas Mego,” jelas dia.

Yohanes Don Bosko Moat Nurak melukiskan banjir bandang kali ini lebih dahsyat dari tahun-tahun sebelumnya. Dia memperkirakan ketinggian air bisa mencapai 3 meter.

Banjir bandang Kaliwajo juga merubuhkan jembatan gantung Arawawo di Desa Korobhera. Puluhan hektar tanaman pertanian dan perkebunan juga jadi korban.*** (eny)

 

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini